Zwitsal | Anak Terlalu Aktif? Mungkin Kinestetik

30 July 2017

Karakter setiap anak memang berbeda-beda. Tapi, ada beberapa anak yang tampak lebih aktif daripada anak lainnya. Saking aktifnya, mereka bahkan tampak tak bisa diam, terutama saat ketika mereka harus duduk manis untuk beberapa waktu. Mereka akan melompat-lompat saat sedang bermain video game, bercerita dengan tangan mereka, hingga bergerak-gerak untuk menunjukkan ekspresi mereka.

Kalau anak Bunda sering melakukan hal-hal tersebut, bisa jadi salah satu multiple intelligence yang ia miliki, yaitu kecerdasan kinestetik, memang lebih berkembang. Anak dengan kecerdasan kinestetik yang baik sangat pandai berolahraga dan menari, serta memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik. Mereka juga lebih bisa mengingat sesuatu dengan cara praktek, dan bukannya dengan cara mendengar atau membaca. Untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak, beberapa stimulasi sederhana berikut bisa Bunda coba:

  1. Ajak si kecil melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga, hiking, outbound, danKlik tombol tag untuk baca artikel yang berhubungan lainnya berkebun.
  2. Biarkan anak melakukan olahraga yang ia sukai. Kalau perlu, Bunda bisa mendaftarkannya ke klub olahraga atau gym untuk anak-anak.
  3. Beberapa permainan sederhana seperti lempar tangkap untuk melatih koordinasi mata dan tangan anak, bermain sepak bola untuk melatih koordinasi dan kontrol anak terhadap tubuh dan ototnya, serta menari mengikuti lagu yang juga membantu melatih memori anak, akan membantu Bunda memberikan stimulasi multiple intelligence yang dibutuhkan si kecil. Permainan yang lebih ‘tenang’ seperti membuat origami, membentuk tanah liat mainan, memanggang kue, dan lainnya juga bisa jadi pilihan.
  4. Saat akhir pekan, Bunda bisa membuat permainan halang rintang sederhana di rumah Bunda. Halang rintang tak harus rumit, yang penting aman dan mendorong anak untuk melompat, merangkak, mendaki, dan menjaga keseimbangan. Kalau mau, si kecil juga bisa membantu Bunda merancang halangan yang harus ia hadapi.
Seringkali, aktifnya anak dengan kecerdasan kinestetik disalahartikan oleh guru atau orang tua sebagai ‘kenakalan anak’. Padahal, sebenarnya bisa jadi anak tidak bisa diam karena memang ia senang bergerak. Memaksanya untuk menahan keinginannya untuk bergerak justru akan menghambat perkembangan kecerdasan kinestetiknya. Stimulasi untuk multiple intelligence di atas akan membantu anak mengembangkan kecerdasan kinestetiknya.

Tapi tentu saja, Bunda tetap harus menjelaskan padanya bahwa ada saatnya juga ia harus mengontrol dirinya untuk tidak melakukan gerakan secara berlebihan.

Sumber:

school.familyeducation.com/multiple-intelligences/learning-styles/bodily-kinesthetic/66381.html parentedge.in/pdf/cover-story.pdf growingwithyourchild.com/5-activities-that-strengthen-childrens-bodily-kinesthetic-intelligence/

Go to Top