Zwitsal | Tips Mencegah Penularan Virus Zika

30 July 2017

Virus Zika adalah salah satu virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Virus ini pertama kali teridentifikasi di Uganda pada tahun 1947. Pada tahun 2015, virus Zika merebak di Brazil. Kemudian, pada tahun 2016 ini, virus Zika memasuki wilayah Asia Tenggara, yaitu di Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Hal ini wajib menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama agar virus Zika tidak menyebar ke Indonesia.

Virus Zika memiliki kesamaan dengan virus dengue, tapi virus Zika menjadi sorotan karena dapat menimbulkan efek buruk bagi wanita hamil dan janinnya. Ya, bila menginfeksi wanita hamil, virus Zika dapat menyebabkan keguguran atau mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Janin yang terinfeksi virus Zika dari ibunya akan lahir cacat dengan kelainan ukuran kepala lebih kecil (mikrosefali). Di samping itu, menurut ahli dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat, virus Zika juga dapat menyebabkan kecacatan neurologis yang cukup parah pada bayi, seperti masalah pada mata, gangguan pendengaran dan gangguan pertumbuhan. Karena efek buruknya tersebut, Bunda yang tengah hamil harus mengetahui gejala dan pencegahan virus Zika. Nyamuk penyebar virus Zika aktif saat pagi menjelang siang hari.

Setelah menghisap darah orang yang terpapar virus Zika, nyamuk tersebut dapat menularkan virus Zika ke orang berikutnya yang mereka gigit. Menurut WHO, selain melalui gigitan nyamuk langsung, virus Zika juga dapat dimungkinkan menular melalui hubungan seksual dan transfusi darah. Setelah terinfeksi virus Zika, penderita umumnya akan menunjukkan beberapa gejala seperti demam, bintik merah pada kulit, nyeri, sakit kepala, dan konjungtivitis (mata merah).

Gejala dapat berlangsung beberapa hari sampai 1 minggu. Pada wanita hamil, gejala virus Zika lebih terlihat daripada orang biasa. Untuk mencegah penularan virus Zika, Bunda dapat melakukan beberapa langkah berikut:

5 Tips Mencegah Penularan Virus Zika

  1. Jaga kebersihan lingkungan

Layaknya pencegahan virus DBD, lakukan gerakan menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan membersihkan genangan air yang dapat menjadi tempat perkembangbiangkan nyamuk.

  • Gunakan losion anti nyamuk 
  • Losion anti nyamuk dapat membantu menghalau gigitan nyamuk. Sebaiknya, gunakan losion saat waktu aktif nyamuk aedes yaitu pagi dan siang hari, dan gunakan saat di luar maupun dalam ruangan.

  • Pakai baju dan celana panjang
  • Baju dan celana panjang yang menutup sebagian besar kulit sebaiknya yang berwarna cerah dan tidak dipakaikan wewangian yang dapat mengundang nyamuk seperti parfum atau deodoran.

  • Pasang kelambu
  • Kelambu baik untuk membantu melindungi dari gigitan nyamuk ketika tidur.

  • Hindari bepergian ke tempat yang terindikasi virus Zika
  • Jika ibu hamil berencana berkunjung ke negara lain di Asia, Amerika, atau Afrika, cari tahu terlebih dahulu tentang status keamanannya. Bunda harus terus memantau negara mana saja yang terindikasi virus Zika. Jika merasa telah bepergian ke tempat yang rawan virus Zika, ibu hamil sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan biasanya meliputi pemeriksaan gejala dan tes darah.

    Pemeriksaan USG untuk mengetahui perkembangan janin juga dapat dilakukan. Semoga informasi ini dapat membantu Bunda melakukan pencegahan terhadap penyakit yang dapat mengganggu perkembangan janin. Tetaplah waspada ya, Bunda.

    Sumber:

    parents.com/pregnancy/complications/birth-defects/Zika-virus-everything-pregnant-women-should-know/

    whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/Zika#prevent webmd.com/a-to-z-guides/Zika-virus-symptoms-prevention

    bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160902_dunia_Zika_explainer, diakses pada 24 September 2016

    Go to Top