Setelah usia 6 bulan, bayi sudah siap untuk mulai mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Untuk mendukung tumbuh kembang bayi, Bunda masih bisa memberikan ASI pada Si Kecil hingga ia berusia 2 tahun, tapi Si Kecil juga sudah bisa mencoba berbagai cita rasa lezat dari MPASI setelah ia berusia 6 bulan.
Petualangan baru menanti Bunda dan Si Kecil! Tentu saja, Si Kecil tidak bisa langsung menikmati makanan yang sama dengan orang dewasa. Awalnya, Si Kecil hanya bisa menikmati makanan bertekstur lembut seperti bubur. Setelah itu, ia bisa mulai belajar menikmati makanan seperti biskuit bayi, sayur dan buah yang dimasak hingga lembut, yang bisa hancur di mulut tanpa harus dikunyah. Setelah itu, barulah Si Kecil bisa mulai menikmati makanan bertekstur yang agak padat. Pada tahapan tumbuh kembang bayi ini, Si Kecil bahkan sudah bisa mulai belajar makan sendiri dengan finger food.
Finger food adalah makanan dalam potongan kecil yang bisa dinikmati dalam sekali suap. Finger food yang disajikan pada bayi untuk memperkenalkannya pada makanan yang lebih padat sebaiknya makanan yang mudah dikunyah dan mudah meleleh di mulut, misalnya sayuran rebus, buah-buahan yang empuk seperti pisang atau alpukat, tahu, dan biskuit bayi. Pastikan juga makanan telah dipotong dalam ukuran kecil sehingga mudah dipegang dan dinikmati oleh bayi. Tekstur makanan yang mudah dikunyah serta ukuran makanan yang tidak terlalu besar perlu jadi perhatian Bunda untuk menghindari bahaya tersedak. Finger food bukan hanya sekadar tahapan tumbuh kembang bayi yang harus dilewati Si Kecil.
Saat menikmati finger food, Si Kecil juga melatih kemampuan motorik halusnya sehingga ia bisa mengambil potongan makanannya dan memasukkannya ke dalam mulut. Tekstur finger food yang lebih padat dan beragam juga melatih gerakan mengunyah Si Kecil. Si Kecil yang tadinya hanya bisa menelan makanan bertekstur lembut, kini juga melatih gerakan lidahnya saat mengunyah makanan, sehingga ia bisa mengontrol potongan makanan dalam mulutnya dengan lidahnya agar tidak menelan makanan terlalu banyak atau dengan ukuran terlalu besar.
Hal ini mungkin tampak sederhana, tapi merupakan tahapan tumbuh kembang bayi yang penting bagi perkembangan motorik halus anak. Finger food juga melatih kemampuan anak untuk mengontrol jumlah makanan yang ia nikmati. Menurut penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal pada tahun 2012, tahap finger food membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat. Saat anak makan sendiri, ia bisa mengenali rasa kenyang yang ia rasakan dan berhenti makan. Biasanya, Si Kecil sudah bisa belajar menikmati finger food pada usia 9 bulan dan sudah bisa duduk sendiri tanpa harus ditopang oleh sandaran ataupun alat bantu lain.
Tapi tentu saja, Bunda tak bisa langsung memberikan makanan yang keras pada Si Kecil. Berikan ia makanan seperti sayuran atau buah yang cukup lunak sehingga bisa dihancurkan hingga lembut oleh gusi dan lidahnya. Setelah ia semakin besar, perlahan-lahan Bunda bisa memberikan makanan yang lebih padat pada Si Kecil. Dengan finger food, Bunda tak hanya memberikan nutrisi yang lebih lengkap pada Si Kecil, tapi juga melatih kemampuan motorik halusnya.
Sumber:
kidshealth.org/parent/pregnancy_newborn/feeding/finger_foods.html
articles.latimes.com/2012/feb/07/news/la-heb-baby-food-20120207 new-vis.com/fym/papers/p-feed27.htm ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/tips/memperkenalkan.finger.food/001/005/734/1/1

