Mengembangkan Kecerdasan Bayi Sejak Dini

30 July 2017

Tahukah Bunda bahwa pada usia 0-3 tahun, otak bayi tumbuh dan berkembang cepat hingga 80% dari otaknya saat dewasa? Pada usia tersebut, otak bayi juga 2 kali lebih aktif dibandingkan otak orang dewasa! Selain itu, sinapsis otak bayi juga terbentuk lebih cepat pada usia ini.

Pada usia 2-3 tahun, otak bayi malah memiliki sinapsis 2 kali lebih banyak dibandingkan saat ia dewasa. Itu sebabnya pengalaman belajar bayi pada usia 0-3 tahun sangat besar pengaruhnya bagi anak Bunda secara jangka panjang. Seperti kata pemenang Nobel, James Heckman, “Pengalaman bayi sejak dini bisa berpengaruh pada kesiapannya saat sekolah, kesuksesan anak secara akademis, serta kemampuannya saat ia dewasa.”

Neuroscience (ilmu neural) pun mempelajari otak bayi demi melihat hal apa saja yang memberikan pengaruh positif maupun negatif pada otak bayi. Cabang ilmu yang satu ini memang memfokuskan pada perilaku manusia bila dilihat dari aktivitas yang terjadi di otaknya. Dengan cara ini, neuroscience menemukan berbagai hal yang membantu mengembangkan kecerdasan bayi sejak dini, terutama pada usia 0-3 tahun.

Berbagai hal yang ditemukan dan dibuktikan oleh neuroscience untuk mengembangkan kecerdasan bayi penting diperhatikan untuk membantu Bunda memahami bagaimana bayi belajar dari pengalamannya, dan pentingnya pengalaman selama 3 tahun pertama bayi bagi perkembangan kecerdasannya. Rincian kemampuan belajar anak pada usia 0-3 tahun adalah:

  1. TAHUN PERTAMA (0-12 Bulan) Pada usia ini, bayi mulai mengenali wajah orang terdekatnya, bahkan mampu membedakan antara ekspresi senang dan sedih. Sejak lahir, bayi juga bisa mengenali suara ibunya, terutama bila ia telah mendengar suara ibunya sejak ia masih di dalam kandungan.
  2. TAHUN KEDUA (1 – 2 tahun) Perkembangan otak pada usia ini terlihat pada kemampuan bayi berbahasa. Biasanya, jumlah kata yang dikenal bayi bahkan bertambah hingga 4 kali lipat selama usia 1-2 tahun. Kemampuan bayi untuk mengenali dirinya sendiri juga meningkat sehingga ia telah mampu mengenali dirinya sendiri di cermin.
  3. TAHUN KETIGA (2-3 tahun) Kemampuan kognitif kompleks bayi semakin meningkat pada masa ini sehingga anak bahkan mampu belajar dari pengalaman di masa lalu untuk menginterpretasikan kejadian di masa sekarang. Akibatnya, anak semakin memahami tentang sebab akibat.
Walaupun kemampuan belajar bayi sangat maksimal pada usia 0-3 tahun, bukan berarti Bunda harus mengajarkan ia baca tulis dan berhitung seperti anak yang lebih besar, lho. Pada usia dini, cara belajar terbaik untuk bayi adalah dengan cara bermain serta melalui rutinitas sehari-hari, misalnya saat Bunda merawat bayi Bunda. Misalnya, kontak mata antara Bunda dan si kecil saat Bunda sedang melakukan pijat bayi pun bisa jadi proses belajar bagi si kecil. Apalagi pijat bayi juga memberikan banyak manfaat bagi proses belajar bayi. Selain itu, sentuhan Bunda serta aroma harum yang dicium bayi juga memberikan manfaat bagi proses belajarnya secara jangka panjang.

Jadi, mengembangkan kecerdasan bayi pun bisa dimulai sejak dini dengan cara paling sederhana, yaitu memberikan perawatan yang terbaik bagi bayi. Tentunya lebih maksimal lagi kalau Bunda sendiri yang melakukan perawatan terhadap bayi, karena bayi tidak hanya belajar, tapi juga membangun ikatan dengan Bunda. Hal sederhana ini manfaatnya akan terus terasa sampai si kecil dewasa.

Sumber:

http://www.urbanchildinstitute.org/why-0-3

http://www.urbanchildinstitute.org/why-0-3/baby-and-brain

Go to Top