Zwitsal | Bumil Harus Tetap Cantik, Ini Tipsnya!

30 July 2017

Sebelum membeli mainan untuk si kecil, sebaiknya bunda memperhatikan mainan tersebut sudah sesuai usia si kecil atau belum. Ini hal pertama yang dapat menjadi acuan bunda saat memutuskan membeli mainan baru. Namun, keputusan juga dapat dilakukan dengan melihat perilaku dan kebiasaan si kecil.

Bagaimana pun bunda lah yang paling memahami putra/putri bunda. Membelikan mainan sesuai usia si kecil sebenarnya lebih menegaskan pada soal keamanan ketimbang mengacu kepada soal kepandaian atau kecerdikan si anak. Ini beberapa hal yang harus diingat saat membelikan mainan untuk bayi, batita dan balita:

  • Mainan harus cukup besar, kira-kira berdiameter 3 cm dan memiliki panjang 6 cm. Ini untuk mencegah mainan itu dapat tertelan dan menutupi saluran napas si kecil. Untuk memastikan mainan tersebut cukup besar dan tidak dapat tertelan, ukur dengan rol tisu yang ukurannya sama dengan saluran pernapasan anak. Apabila mainan itu bisa masuk dengan mudah ke dalam rol tisu, artinya mainan tersebut terlalu kecil untuk bayi dan balita.
  • Hindari mainan berbentuk bola-bola kecil, seperti kelereng, koin dan mainan-mainan dengan bola kecil berdiameter kurang dari 4 cm. Apabila tertelan, bentuk mainan seperti ini dapat tersangkut dalam saluran tenggorokan dan menghambat pernapasan.
  • Mainan dengan baterai harus memiliki lubang baterai tertutup yang bersekrup sehingga anak-anak tidak dapat membukanya dengan mudah. Baterai dan cairan baterai sangat beresiko tinggi bagi anak-anak, termasuk dapat menyebabkan tersedak, pendarahan dalam dan luka bakar.
  • Saat memilih mainan untuk bayi dan batita, pastikan mainan tersebut tahan banting dan cukup kuat pada gigitan anak. Pastikan juga mainan tersebut tidak memiliki:
  • Ujung-ujung yang tajam dan bagian-bagian kecil seperti mata, roda,     tombol-tombol yang mudah terlepas.
  • Benang/tali berukuran lebih dari 18 cm
  • Bagian-bagian yang dapat melukai jari-jari.
  • Kebanyakan mainan yang bisa dikendarai seperti kuda-kudaan, mobil-mobilan biasanya dapat digunakan saat si kecil sudah dapat duduk sendiri tanpa dibantu. Namun pastikan mainan tersebut memiliki tali pengaman yang stabil dan aman untuk menghindari si kecil terjatuh.
  • Saat mendapat bonus mainan dari toko, pameran atau event tertentu, selalu periksa kembali keamanan mainan tersebut sebelum memberikannya pada si kecil. Pastikan tidak ada hal-hal yang membahayakan anak.

Bagaimana agar aman bermain di rumah? Setelah membeli mainan yang aman, penting untuk memastikan anak-anak memahami cara penggunaannya. Bunda dan ayah harus mendampingi saat bermain. Bermain dengan si kecil membantu mereka untuk belajar bermain secara aman. Yang harus bunda dan ayah lakukan:

  • Biasakan anak-anak untuk menyimpan kembali mainan setelah selesai bermain
  • Periksa mainan-mainan secara berkala dan pastikan mainan tersebut tidak dalam keadaan rusak. Seperti misalnya: mainan berbahan kayu sebaiknya tidak memiliki bagian yang terbuka, sepeda dan mainan outdoor tidak boleh berkarat, boneka tidak robek atau memiliki bagian yang terlepas.
  • Apabila ada mainan yang rusak, buang atau segera perbaiki.
  • Mainan outdoor segera disimpan kembali bila sudah tidak digunakan sehingga tidak terkena hujan.
  • Selalu pastikan mainan dalam keadaan bersih.

Yang terpenting, selalu jauhi barang-barang yang menarik bagi anak-anak, seperti:

  • Kembang api
  • Korek api
  • Gunting
  • Balon (balon yang belum ditiup atau pecahannya berpotensi sebagai barang yang bisa membuat tersedak)

Sumber: Kidshealth.org

Go to Top