Zwitsal | Bunda Perlu Tahu, Ini Dampak Negatif Stres saat Hamil

30 July 2017

Mempelajari berbagai hal tentang kehamilan untuk menyiapkan diri dalam menjalani kehamilan memang tidak mudah. Apalagi masa kehamilan adalah masa ketika Bunda mengalami berbagai macam perubahan, mulai dari perubahan bentuk tubuh, perubahan hormon, sampai perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat demi menjaga kesehatan Bunda dan kehamilan Bunda. Segala perubahan ini memang tidak mudah dijalani, bahkan bisa membuat Bunda menjadi stres.

Kalau bicara tentang kehamilan, idealnya Bunda harus menghindari stres yang berlebihan. Karena stres yang Bunda alami tak hanya akan mengganggu Bunda, tapi juga bayi dalam kandungan Bunda. Ibu hamil yang sering mengalami stres selama kehamilan memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan anak yang lebih mudah stres. Maklum, ibu hamil dan bayi dalam kandungannya saling berbagi hormon.

Stres berkepanjangan akan menimbulkan produksi hormon stres seperti kortisol pada ibu hamil sehingga bisa mempengaruhi otak janin yang sedang berkembang. Bagaimana mau mendapatkan manfaat positif stimulasi dini pada janin kalau tumbuh kembang bayi dalam kandungan Bunda terganggu karena stres?

Stress pada ibu hamil juga memperbesar beberapa risiko masalah pada kehamilan, di antaranya:

  1. Kelahiran Prematur Stres mendorong produksi hormon CRH pada tubuh. Padahal, biasanya produksi hormon ini baru meningkat pada akhir trimester ketiga untuk menstimulasi kontraksi. Karena itulah, risiko kelahiran prematur menjadi meningkat pada wanita yang mengalami stres berkepanjangan.
  2. Keguguran Studi yang dilakukan pada tahun 2006 menunjukkan bahwa tingkat hormon stres kortisol yang tinggi bisa mempengaruhi tingkat hormon progesteron yang berpengaruh pada pertumbuhan rahim selama kehamilan.
  3. Bayi terlahir dengan berat badan kurang Hormon stres bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, termasuk aliran darah dari ibu ke bayi melalui tali pusat. Akibatnya, penyaluran nutrisi dari ibu ke bayi juga menjadi terganggu dan bisa menyebabkan berat badan bayi kurang,
  4. Meningkatnya risiko infeksi Hormon stres juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Masalahnya, infeksi yang terjadi pada ibu hamil juga bisa mempengaruhi kondisi kesehatan bayi dalam kandungan.

Stres adalah hal yang lumrah dialami siapapun. Salah satu hal penting tentang kehamilan adalah menjaga mood positif Bunda sehingga stres yang Bunda alami tidak berkepanjangan dan bisa segera diatasi. Olahraga ringan, melakukan hal yang Bunda sukai, serta meluangkan waktu bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang yang Bunda sayangi akan membantu Bunda mengatasi stres yang dialami. Ketika manajemen stres bisa berjalan dengan baik, kesehatan Bunda dan si kecil pun akan lebih terjaga. Stimulasi dini yang Bunda berikan pada si kecil juga akan memberikan manfaatnya secara maksimal pada perkembangannya.

Sumber:

http://www.askdrsears.com/topics/parenting/child-rearing-and-development/smart-from-the-start/8-ways-build-brighter-baby

http://health.howstuffworks.com/pregnancy-and-parenting/pregnancy/issues/5-ways-stress-can-affect-pregnancy.htm

Go to Top