Susah Menyusui Karena Tongue Tie

30 July 2017

Coba Bunda lihat di bawah lidah Bunda. Apakah Bunda melihat lapisan tipis yang menghubungkan lidah dengan bagian bawah mulut Bunda? Lapisan yang disebut frenulum ini seharusnya elastis dan tidak kaku. Tapi kenyataannya, frenulum tumbuh terlalu tebal dan pendek pada 3-10% bayi yang ada di dunia. Keadaan ini adalah cacat lahir yang disebut tongue-tie atau ankyloglossia.


Walaupun tampak tak akan menganggu rutinitas Bunda merawat bayi baru lahir, tapi tongue-tie bisa mengganggu proses menyusui antara Bunda dan si kecil. Frenulum yang terlalu kaku menyebabkan lidah tak bisa bebas bergerak dan bayi tak bisa membuka mulut terlalu lebar. Akibatnya, bayi tak bisa menghisap ASI dengan baik dan ASI Bunda tak bisa keluar dengan lancar.


Proses menyusui sebagai bagian dari usaha Bunda untuk merawat bayi baru lahir juga jadi terasa menyakitkan. Masalah puting lecet atau bahkan peradangan payudara bisa terjadi akibat proses menyusui yang tidak lancar. Karena itu, kalau Bunda tetap mengalami masalah dalam proses menyusui walaupun posisi menyusui dirasa telah benar dan ASI keluar dengan lancar, cobalah berkonsultasi pada klinik laktasi untuk menentukan apakah masalah tongue-tie pada bayi yang jadi penyebabnya.


Selain masalah pada proses menyusui, tongue-tie juga bisa menyebabkan masalah pada kemampuan bicara anak. Hal ini memang tak selalu terjadi pada anak yang memiliki tongue-tie, tapi masalah artikulasi pada suara l, r, t, d, n, th, sh, dan z bisa mulai terlihat pada anak usia 3 tahun yang memiliki tongue-tie. Ciri lain anak yang mengalami tongue-tie adalah ia tidak bisa menjulurkan lidahnya ataupun menggerakkan lidahnya ke kiri dan ke kanan.


Tongue-tie bisa diatasi dengan prosedur sederhana yang disebut frenulotomy. Pada prosedur ini, dokter akan ‘memotong’ sedikit bagian frenulum bayi.  Frenulotomy akan membantu lidah bayi bergerak dengan lebih leluasa, sehingga bayi bisa menghisap ASI dengan lebih baik.


Masalah lain yang mungkin muncul akibat tongue-tie seperti artikulasi bicara yang terganggu juga bisa teratasi dengan prosedur ini. Pada bayi di bawah usia 8 bulan, prosedur pemotongan frenulum bisa dilakukan tanpa anestesi dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Beberapa bayi bahkan tetap tertidur selama prosedur berjalan, seolah tidak terganggu sama sekali.


Frenulotomy juga bisa dilakukan pada anak yang lebih besar atau pada orang dewasa dengan bantuan anestesi. Beberapa bayi bisa tetap menyusu dengan lancar walaupun mengalami tongue-tie. Masalah ini bahkan bisa teratasi sendiri seiring dengan bertambahnya usia anak. Tapi, dalam beberapa kasus lainnya, tongue-tie menyebabkan berbagai masalah yang mengganggu anak.


Karena itu, solusi terbaik adalah berkonsultasi pada dokter anak untuk menentukan jalan keluar yang terbaik dan menentukan apakah si kecil membutuhkan frenulotomy atau tidak. Inti dari merawat bayi baru lahir adalah memberikan yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya, kan?  

Sumber: unicef.org.uk/BabyFriendly/Parents/Problems/Tongue-Tie/Division-of-tongue-tie/ entnet.org/content/tongue-tie-ankyloglossia nhs.uk/conditions/tongue-tie/Pages/Introduction.aspx ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/ikatan.yang.menghambat.proses.menyusui/001/001/1871/3

Go to Top