Zwitsal | Manfaat Kedekatan Antara Ayah dan Anak

30 July 2017

Untuk tumbuh kembang anak yang optimal, peran kedua orang tua tentu sangat dibutuhkan. Karena itulah, bukan hanya Bunda yang harus membangun ikatan yang erat dengan si kecil, Ayah pun harus memiliki kedekatan dengan si kecil. Tapi, ternyata manfaat kedekatan yang erat antara Ayah dengan si kecil tak hanya bermanfaat untuk si kecil saja, lho. Neuroscience menunjukkan bahwa usaha seorang ayah untuk mempererat hubungan dengan anaknya tidak hanya bermanfaat bagi sang bayi, tapi juga bagi dirinya sendiri.


Artikel yang diterbitkan dalam Nature Neuroscience melaporkan adanya perbedaan dalam otak tikus jantan yang lebih dekat dengan anaknya dengan tikus jantan yang dipisahkan dengan anaknya. Hal ini juga terjadi pada manusia. Banyak penelitian yang telah menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada otak seorang ayah, bahkan sejak beberapa hari pertama setelah anaknya lahir.


Tapi, perubahan ini hanya terjadi jika ia tetap dekat dengan anaknya. Pernah melihat secara langsung perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada seorang pria yang telah memiliki anak? Setelah menjadi seorang ayah, seorang pria umumnya jadi lebih bertanggung jawab dan mengayomi dibandingkan sebelum ia menjadi seorang ayah.


Perubahan sikap dan perilaku ini merupakan salah satu efek positif dari perubahan yang terjadi pada otak Ayah. Perubahan pada Ayah sebenarnya sudah mulai terjadi sejak masa kehamilan Bunda. Neuroscience menunjukkan adanya peningkatan produksi hormon prolactin pada otak Ayah saat masa kehamilan Bunda. Pada Bunda, hormon ini berperan dalam pembentukan ASI. Tapi pada Ayah, hormon prolactin akan membantu menekan produksi testosterone sehingga menumbuhkan sikap mengayomi secara alami pada diri Ayah.


Hormon lain yang diproduksi otak seorang ayah adalah hormon oxytocin yang merupakan respon dari kontak fisik antara Ayah dengan si kecil. Bahkan, melihat senyum si kecil juga bisa mengaktifkan bagian otak yang sama saat sedang jatuh cinta! Semakin tinggi hormon oxytocin ini diproduksi, semakin erat pula hubungan emosional seorang ayah dengan anaknya. Anak yang tidak dekat dengan ayahnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah emosional, tumbuh menjadi individu yang agresif, mengalami masalah kecanduan, atau bahkan memiliki masalah dengan hukum. Karena itulah, Ayah juga perlu membangun kedekatan dengan si kecil. Toh, manfaatnya tak hanya didapatkan oleh si kecil, bukan?


Sumber: news.sciencemag.org/environment/2010/05/bonding-offspring-grows-new-neurons-mouse-brain scientificamerican.com/article/the-brains-of-our-fathers/ brainworldmagazine.com/daddy-dearest/

Go to Top