Selain ASI, bayi berusia di atas 6 bulan perlu dikenalkan pada makanan pendamping. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya untuk bertumbuh dan berkembang. ASI tidak cukup apabila dijadikan sumber nutrisi utama, tubuhnya membutuhkan nutrisi tambahan. Salah satu nutrisi yang baik dan sangat dibutuhkannya adalah protein yang memiliki banyak manfaat, salah satunya karena memiliki kandungan asam amino yang membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Nah, Bunda perlu tahu sumber protein terbaik agar gizinya tercukupi.
Simak, yuk! Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu merupakan sumber protein terbaik untuk bayi. Menurut American Academy of Pediatrics, menyusui anak selama 6 bulan memberikan asupan protein yang lebih dari cukup untuk tumbuh kembangnya. Selain itu, ASI juga mengandung whey dan kasein protein yang merupakan kombinasi sempurna yang mudah dicerna oleh si kecil. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya ASI ekslusif diberikan selama 6 bulan pertama, kemudian dianjurkan tetap diberikan berdampingan dengan makanan padat sampai usia 2 tahun.
Daging Daging merupakan sumber protein terbaik. Saat yang terbaik untuk mengenalkan anak pada daging adalah di usianya yang ke 9 bulan. Sebelum menyajikan makanan ini kepada si kecil, harus dicincang atau haluskan agar dia tidak tersedak dan mudah dikunyah. Ada dua jenis daging yaitu merah yang bisa didapat dari sapi dan daging putih yang bisa ditemukan pada ayam dan ikan. Keduanya memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Keju dan Produk Susu Lainnya Sebagian besar produk susu seperti keju mengandung nutrisi yang dapat membantu dalam asimilasi protein.
Selain itu, makanan ini juga mengandung cukup protein untuk tumbuh kembang si kecil. Berikan makanan produk susu setelah usianya 1 tahun untuk memenuhi kebutuhan protein hariannya. Kacang-Kacangan Jenis kacang-kacangan merupakan sumber protein terbaik. Tidak ada salahnya bila memberikan kacang-kacangan sebagai sebagai menu sehat untuk si kecil. Sebut saja kacang kedelai, edamame, kacang merah dan kacang hijau. Beberapa jenis kacang-kacangan tersebut mengandung banyak nutrisi, termasuk protein nabati.
Namun, sebelum dihidangkan untuknya, sebaiknya tumbuk hingga halus, kemudian cairkan dan jadikan sebagai bahan campuran dari buburnya. Dengan makanan yang berprotein tinggi, Bunda tidak perlu khawatir lagi dengan tumbuh kembangnya. Tetap kontrol selalu asupan nutrisi anak agar ia sehat selalu, ya.
Sumber : http://www.nutrition.org.uk/healthyliving/healthyeating/protein.html http://lancaster.unl.edu/family/parenting/month7_936.shtml http://www.babycenter.com/

