Si Tukang Menolak versus si Pemilih

30 July 2017

Menolak makanan atau pilih-pilih jenis makanan adalah masalah makan yang sering terjadi pada anak-anak. Anak yang suka menolak makanan biasa disebut fussy eater, sedangkan si pemilih disebut picky eater.

Si Tukang Menolak Makanan Biasanya kondisi ini bisa disebabkan oleh pengalaman buruk/trauma pada rasa, tekstur, bau dan penampilan makanan, seperti misalnya si kecil menolak agar-agar karena tersedak, maka selanjutnya ia akan menolak makanan kenyal yang lain karena takut tersedak lagi.

Saat menghadapi si tukang menolak makanan, atasi dengan:

  1. Beri contoh kebiasaan makan sehat dan ajak si kecil untuk berpartisipasi untuk menyiapkan makanan tersebut.
  2. Ciptakan waktu makan tanpa gangguan, seperti matikan televisi dan singkirkan mainan, sehingga si kecil bisa berkonsentrasi pada makanan.
  3. Beri beberapa pilihan makanan (bervariasi) dalam satu piring sehingga si kecil dapat memilih.
  4. Pastikan asupan gizi dan kalori per harinya cukup.
  5. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering ketimbang porsi besar dalam satu kali makan.
  6. Hindari memberikan cemilan-cemilan yang rasanya manis. Cemilan-cemilan manis berpotensi mengganggu selera makan.
  7. Sediakan makanan yang menggugah selera dan berpenampilan menarik. Sajikan makanan-makanan itu dalam wadah yang menarik dan aman dan di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau si kecil.

Si Pemilih Makanan Kondisi seperti ini diciptakan karena si kecil memiliki kebiasaan hanya makan jenis makanan tertentu. Biasanya terjadi saat ia sedang belajar mengunyah, saat sakit, sedang mengembangkan selera makannya atau menu yang disajikan kurang variatif sehingga tidak menggugah selera makan si kecil.

Saat menghadapi si pemilih makanan, atasi dengan:

  1. Kenalkan jenis makanan yang beragam dan sesuai tahapan ketrampilan makannya. Seperti saat si kecil sudah lihai makan bubur padat, bunda bisa mengenalkannya pada nasi tim atau nasi biasa.
  2. Hindari memaksa maupun memberi hukuman apabila si kecil menolak makanan atau tidak menghabiskan makanan yang telah disediakan.
  3. Jadi lah bunda yang kreatif dan berkreasi dengan makanan agar tampilannya menarik bagi si kecil.
  4. Manfaatkan waktu makan bersama untuk menjelaskan manfaat aneka jenis makanan bagi tubuh.
  5. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan.

Sumber: Ayahbunda

Go to Top