Apakah Berat Badan si Kecil Sudah Cukup Sehat?

30 July 2017“Iih.. Lucu, ya! Badannya gemuk!”

Bunda mungkin pernah mendengar komentar di atas diucapkan seseorang saat melihat bayi yang bertubuh gemuk menggemaskan. Berat badan bayi juga sering dijadikan acuan untuk menentukan apakah cara merawat bayi yang Bunda lakukan telah cukup untuk tumbuh kembangnya. Padahal, sebenarnya bayi yang terlalu gemuk tidak baik bagi kesehatannya, karena obesitas bisa berakibat pada berbagai penyakit seperti penyakit ginjal, diabetes, hingga jantung. Bayi dengan obesitas juga bisa mengalami kesulitan bergerak, sehingga menghambat kemampuannya untuk merangkak dan berjalan.

Tapi, bayi dengan berat badan yang kurang juga bisa menjadi tanda masalah pertumbuhan atau kurang gizi. Jadi, seperti apa sih berat badan yang sehat pada bayi? Ukuran dan bentuk tubuh setiap bayi memang berbeda-beda. Karena itu, pertumbuhan berat badan dan tinggi setiap bayi juga berbeda-beda dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor genetis, jenis kelamin, pemberian ASI atau susu formula, cara merawat bayi, dan asupan nutrisi yang diterima bayi. Usia bayi juga berpengaruh pada pertambahan berat badannya karena tahapan pertambahan berat badan bayi pada tiap usianya juga berbeda-beda.

Cara terbaik untuk menganalisis berat badan bayi adalah dengan grafik pertumbuhan berat badan bayi. Bunda bisa mendapatkan grafik standar pertumbuhan berat badan & tinggi bayi dari berbagai buku maupun dari dokter anak. Ukur berat badan dan tinggi bayi secara rutin, dan catat dalam grafik tersebut untuk melihat apakah kurva pertumbuhan berat badan dan tinggi si kecil sesuai dengan grafik standar.

Bunda juga bisa menunjukkan kurva pertumbuhan berat badan dan tinggi si kecil pada dokter anak untuk menentukan apakah pertumbuhan si kecil masih termasuk dalam kategori sehat. Selain mengacu pada grafik standar tersebut, ada beberapa standar lain yang bisa menjadi acuan Bunda, yaitu:

  1. Pada usia 1 - 4 bulan, berat bayi biasanya bertambah sekitar ½ - 1 kg per bulan. Sedangkan tinggi badannya akan bertambah 2,5 - 4 cm tiap bulan.
  2. Pada usia 6 bulan, biasanya berat badan bayi telah mencapai setidaknya 2 kali dari berat badannya saat kelahiran.
  3. Pada usia 12 bulan, berat badan bayi telah mencapai setidaknya 3 kali dari berat badannya saat kelahiran. Sedangkan tinggi badan bayi telah bertambah sekitar 23 - 28 cm dari tingginya saat kelahiran.
  4. Pada usia 2 tahun, berat badan bayi telah mencapai setidaknya 4 kali dari berat badannya saat kelahiran. Sedangkan tinggi badan bayi telah bertambah sekitar 35-40 cm dari tingginya saat kelahiran.

Sehat atau tidaknya bayi tidak hanya ditentukan dari berat badan dan tingginya. Tapi, kalau Bunda merasa khawatir dengan pertambahan berat badan dan tinggi si kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter anak. Sehingga, jika memang ada masalah pada tumbuh kembang bayi atau dalam cara merawat bayi yang Bunda lakukan, dokter anak bisa segera mengambil tindakan terbaik untuk mengatasinya.

Dan, jika ternyata bayi Bunda sehat, dokter tentu akan mengatakannya pada Bunda dan Bunda pun bisa menyingkirkan kekhawatiran yang ada.   Sumber: parents.com mayoclinic.org aimi-asi.org

Go to Top