Indera sentuhan adalah indera yang paling cepat berkembang dalam kandungan. Saat lahir pun, indera bayi yang sudah berkembang paling jauh adalah indera sentuhan. Itu sebabnya stimulasi yang paling awal membantu bayi beradaptasi dengan lingkungannya dan memberikan dorongan bagi pertumbuhannya adalah stimulasi dalam bentuk sentuhan.
Untungnya, manfaat besar dari stimulasi sentuhan bisa diberikan dengan mudah saat merawat bayi. Bahkan ketika bayi belum bisa melihat dan mendengar dengan jelas, Bunda bisa memberikan stimulasi sentuhan saat menggendong atau menyusui si kecil. Sejak si kecil lahir, Bunda sudah bisa menyelipkan telunjuk Bunda di telapak tangannya.
Rasa bahagia yang Bunda rasakan ketika ia menggenggam jari Bunda tidak akan bisa Bunda bandingkan dengan hal lain. Hal sederhana ini juga membantu si kecil untuk mempelajari dunianya yang baru. Sentuhan juga bisa diberikan dalam bentuk pijat bayi yang memberikan manfaat bagi tumbuh kembang bayi secara optimal, bayi secara fisik maupun emosional.
Menurut Dr. Tiffany Field, PhD, direktur Touch Research Institute, pijat menstimulasi saraf pada otak dapat membantu penyerapan makanan sehingga mempercepat kenaikan berat badan bayi, serta menurunkan hormon stres dan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh bayi. Sentuhan bisa disebut sebagai bagian dari rutinitas merawat bayi karena bayi membutuhkan sentuhan untuk bisa tumbuh dengan baik, sama seperti ia membutuhkan makanan dan tidur yang cukup. Bayi yang kurang disentuh bisa mendapatkan berbagai efek buruk, misalnya meningkatnya produksi hormon stres pada bayi.
Bayi yang kurang mendapatkan sentuhan biasanya menunjukkan gejala depresi, marah, serta menghindari kontak sosial dengan orang lain saat mereka tumbuh dewasa. Sebaliknya, bayi yang mendapatkan sentuhan yang cukup biasanya lebih jarang menangis, tidur lebih nyenyak, dan memiliki hormon oxytocin dan vasopressin yang lebih banyak, yaitu hormon yang berhubungan dengan emosi dan ikatan sosial. Yang paling membutuhkan sentuhan orang lain adalah bayi yang baru lahir. Konsekuensi dari kurangnya sentuhan pada masa awal kehidupan bayi akan terus terasa ketika ia tumbuh dewasa.
Bila anak yang tidak mendapatkan sentuhan saat masih bayi baru mulai mendapatkan sentuhan saat ia balita atau beranjak dewasa, konsekuensi dari kurangnya sentuhan saat ia bayi pun tidak bisa dihilangkan dengan mudah. Karena itu, pemberian sentuhan dengan cukup sejak bayi sangatlah penting. Memeluk serta menggendong bayi Bunda bukanlah memanjakan si kecil, melainkan mengungkapkan rasa sayang Bunda padanya yang memberikan rasa aman dan nyaman, serta mempererat ikatan dan rasa percaya antara Bunda dan si kecil. Karena itu, jadikanlah sentuhan sebagai bagian dari rutinitas Bunda saat merawat bayi Bunda.
Angkat si kecil dari keranjang atau keretanya, lalu gendong dan sentuh ia untuk memberikan berbagai manfaat menakjubkan dari sentuhan Bunda.
Sumber: http://www.babyzone.com/baby/crying-and-soothing/benefits-of-touch_65936 http://www.babyzone.com/baby/baby-week-by-week/week-3-baby_65892 http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=infant-touch

