Memandang mata si kecil mungkin adalah hal yang otomatis Bunda lakukan saat Bunda sedang menghabiskan waktu bersamanya. Saat menyusui, saat melakukan pijat bayi, ataupun saat bermain bersama, Bunda pasti akan memandang si kecil dengan penuh kasih sayang. Kontak mata yang sederhana ini membantu membangun ikatan antara Bunda dan si kecil. Tapi, ternyata ada manfaat lain juga yang bisa Bunda dapatkan dari kontak mata dengan si kecil, lho. Beberapa manfaat tersebut adalah:
1. Bayi sudah bisa mengingat wajah orang-orang terdekatnya sejak kecil. Melakukan kontak mata dengan si kecil membantunya mengingat wajah Bunda sekaligus membangun memorinya.
2. Bayi yang diajak berbicara biasanya akan melihat langsung ke arah sumber suara. Kalau si kecil tidak pernah melakukan kontak mata walaupun Bunda ajak bicara, hal ini bisa jadi tanda bahwa ia memiliki masalah penglihatan. Bila hal ini terjadi, biasanya bayi akan menunjukkan rasa tertarik pada suara Bunda dan mencari sumber suara. Tapi, karena masalah penglihatannya, ia akan melihat ke arah lain dan bukannya melihat ke wajah Bunda.
3. Tahukah Bunda bahwa bayi yang kemudian didiagnosa mengalami autisme biasanya mengalami penurunan minat untuk melakukan kontak mata pada usia 12 bulan? Penelitian yang dilakukan oleh Yale University School of Medicine menemukan bahwa bayi yang mengalami autisme saat tumbuh dewasa menghabiskan lebih sedikit waktu untuk melakukan kontak mata dibandingkan bayi lain seusianya. Penurunan frekuensi kontak mata bahkan sudah bisa terlihat sejak usia 2-6 bulan. Tentu saja, bukan berarti bayi yang tidak mau melakukan kontak mata dengan ibunya pasti akan mengalami autisme. Tapi diagnosa dini akan membantu orang tua menangani kemungkinan masalah dengan lebih baik.
Bunda tentu tak bisa memaksa si kecil untuk melakukan kontak mata dengan Bunda saat bermain atau melakukan pijat bayi. Yang bisa Bunda lakukan adalah menciptakan situasi yang mendukung si kecil untuk melihat Bunda. Menurut Dr. Martin Stein dari Rady Children’s Hospital San Diego, si kecil akan lebih mungkin melakukan kontak mata dengan Bunda ketika ia sedang dalam keadaan tenang, tidak lapar, tidak lelah, tidak mengantuk, ataupun rewel. Kondisi ini biasanya juga merupakan kondisi si kecil yang disarankan sebelum Bunda memberikan pijat bayi untuknya.
Menjaga si kecil tetap sehat dan bahagia akan membantunya melakukan kontak mata dengan Bunda. Manfaat kontak mata pun bisa didapatkan Bunda dan si kecil dengan lebih optimal.
Sumber:
everydaylife.globalpost.com/infant-development-lack-eye-contact-5810.html
parents.com/baby/development/intellectual/simple-ways-to-make-baby-smarter/
autismspeaks.org/science/science-news/study-eye-contact-declines-early-babies-who-later-develop-autism

