Kulit bayi yang baru lahir memang berbeda dengan kulit orang dewasa. Karena itu, perawatannya jelas berbeda dengan orang dewasa. Saat lahir, kulit bayi tampak tipis dan rapuh, sehingga Bunda tidak yakin bagaimana cara terbaik untuk merawat kulitnya. Untuk membantu Bunda mengetahui mana masalah kulit yang normal terjadi dengan yang berbahaya, simak beberapa hal berikut ini:
- Kulit bayi yang baru lahir tampak berbeda karena dia masih menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar kandungan Bunda. Sebagian besar masalah kulit akan hilang sejalan dengan usianya. Misalnya, bayi yang terlahir prematur biasanya memiliki rambut halus di wajah dan punggungnya, sedangkan bayi yang terlahir agak terlambat biasanya memiliki kulit yang mengering dan mengelupas. Masalah ini akan hilang sendiri dalam waktu beberapa minggu.
- Kulit bayi lebih sensitif. Itu sebabnya sebaiknya Bunda menggunakan produk bayi yang khusus untuk merawat kulitnya.
- Bayi yang baru lahir mungkin memiliki bercak kecil berwarna kemerahan. Bercak ini disebabkan oleh pembuluh darah yang belum dewasa dan umumnya akan menghilang dalam waktu 1 tahun.
- Bayi lebih rentan mengalami ruam. Tapi bila ruam yang dialami bayi mulai gatal, melepuh, mengeluarkan air, dan bayi mengalami bintik merah atau ungu di seluruh tubuh serta demam, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak.
Masalah pada kulit bayi juga bisa disebabkan oleh deterjen yang Bunda gunakan. Karena itu, gunakan deterjen yang lembut untuk mencuci pakaian, selimut, seprai, serta barang lain yang menyentuh kulit bayi. Hal ini membantu mengurangi resiko masalah kulit pada bayi.
Sumber:
http://www.webmd.com/parenting/baby/baby-skin-10/slideshow-newborn-skin-care

