Belajar dengan Gembira dan Efektif

30 July 2017

Mungkin Bunda ingat perasaan Bunda saat pertama kali masuk sekolah dulu. Ketika hari sekolah disambut dengan gembira dan penuh semangat. Tiap pulang sekolah pun Bunda selalu bercerita pada orang tua mengenai pelajaran yang Bunda pelajari hari itu. Tapi semakin lama, perasaan gembira dan semangat itu kok jadi luntur, ya? Akhirnya, sekolah pun menjadi beban.

Kalau hal ini terjadi, pengetahuan dan pelajaran pun tentu jadi lebih sulit diterima. Seorang anak akan belajar dengan lebih baik bila ia melakukannya dengan perasaan gembira. Neurosains bahkan membuktikan bahwa proses belajar berhenti ketika anak tak lagi merasa gembira dengan apa yang ia pelajari karena informasi yang diterima tidak diproses dengan efektif dan tak akan disimpan dalam memori jangka panjang. Proses belajar menjadi efektif ketika proses tersebut dinikmati oleh anak dan relevan dengan kehidupan, pengalaman, dan ketertarikan anak. Penyebab terjadinya hal ini juga dibuktikan oleh neurosains.

Saat stres, otak akan menyaring informasi, sehingga informasi tidak bisa memasuki bagian otak yang menyimpan memori kognitif dengan baik. Karena itulah, kalau Bunda menginginkan proses belajar berjalan dengan efektif, ciptakanlah lingkungan yang membuat si kecil merasa nyaman dan senang. Caranya:

  1. Tampilkan pelajaran dengan menarik Pelajaran bisa dijadikan menarik tidak hanya dengan menggunakan alat peraga yang menarik, tapi juga dengan menghubungkan pelajaran tersebut dengan kehidupan anak. Misalnya, Bunda bisa menunjukkan contoh penerapan pelajaran tersebut pada kehidupan anak menggunakan nama orang yang ia kenal, seperti sahabatnya, sepupunya, atau bahkan selebriti yang ia sukai.
  2. Beri waktu istirahat untuk anak Seperti pada orang dewasa, waktu istirahat yang menyenangkan membantu ia mengurangi stres yang ia rasakan.
  3. Biarkan anak menemukan jawabannya sendiri Saat anak berhasil memecahkan suatu masalah dengan bimbingan Bunda atau gurunya, otaknya akan melepaskan dopamine yang membuatnya merasa puas dan senang. Hal ini juga membantunya mengingat dan mengerti apa yang telah ia pelajari.
  4. Ajari anak dengan kasih sayang Cara pengajaran yang paling baik pun tak akan bisa efektif bila diajarkan oleh guru yang membuat anak merasa takut. Mana bisa mengingat pelajaran kalau anak merasa takut masuk kelas karena guru yang galak? Ingat, ada perbedaan antara galak dengan tegas.

Pentingnya rasa senang dan nyaman untuk proses belajar yang efektif sudah dibuktikan oleh neurosains. Semoga pengetahuan ini bisa membantu Bunda dalam mendidik si kecil. Jangan lupa, bukan hanya guru di sekolah saja yang bertanggung jawab akan pendidikan anak, tapi juga orang tuanya. Sumber: http://www.ascd.org/publications/educational-leadership... http://books.google.co.id/books?id=kQl8j9vBz5QC...

Go to Top