Proses Penyapihan yang Tepat pada si Kecil

30 July 2017

Article description: Penyapihan harus dilakukan pada waktu yang tepat agar anak balita menjadi lebih mandiri, disiplin, lebih tertarik pada orang daripada benda, dan percaya pada orang lain. Selain itu, proses penyapihan harus dilakukan secara bertahap dan tidak memaksa si bayi.


Para dokter selalu menyarankan agar pemberian ASI eksklusif (tanpa susu formula) diberikan pada bayi hingga usia 6 bulan, dan setelah usia 6 bulan bayi masih membutuhkan ASI  untuk tumbuh kembangnya serta sudah dapat mulai dicoba dengan memberi makanan tambahan lainnya. Pada saat inilah, ibu dapat melihat apakah si kecil sudah dapat menerima makanan dan juga sudah mampu menggunakan jari atau tangannya untuk membawa makanan ke mulutnya. Dengan memperkenalkan makanan pada si kecil, maka Bunda telah membantunya mulai belajar mengenal hubungan antara rasa, penampilan, dan bentuk.


Selain itu, memperkenalkan makanan juga merupakan cara awal untuk mulai menyapih. Makanan perkenalan yang dapat Bunda berikan di antaranya adalah nasi, bubur bayi, ubi, wortel, kentang, pir, apel rebus, pisang dan mangga. Jangan terlalu terburu-buru menyapih dan memaksa bayi untuk tidak minum ASI lagi, namun lakukanlah secara perlahan dan bersabar ketika memperkenalkan makanan pada si kecil. Penyapihan yang tepat dilakukan pada saat anak bayi sudah mulai berkurang kebutuhannya untuk menghisap, yaitu biasanya pada usia antara 9 bulan hingga 1,5 tahun.


Para dokter dan ahli gizi menyarankan penyapihan dilakukan saat anak bayi berusia di atas 1 tahun. Namun, beberapa dokter dan ahli gizi ada yang menyarankan agar pemberian ASI dilakukan hingga anak bayi berusia 2 tahun, karena pada usia tersebut bayi sudah dapat mengatasi alergi yang ditimbulkan dari makanan, dan makanan pengganti yang dikonsumsi dapat membuat bayi terus tumbuh. Untuk tahap awal penyapihan, biarkan bayi menyusu hingga kenyang kemudian tawarkan seporsi kecil makanan pendamping ASI dan biarkan bayi mencoba rasa serta tekstur makanan.


Jangan pernah memaksa bayi ketika menolak makanan pendamping yang ditawarkan, lambat laun bayi akan terbiasa dan mulai dapat mengatur pola makannya. Jika bayi sudah dapat makan dengan baik, mulailah secara perlahan menyapihnya dengan menawarkan makanan terlebih dulu sebelum memberikan ASI. Lakukan proses penyapihan secara bertahap dengan mengubah jadwal menyusui misalnya mengurangi jadwal menyusui dan lama kelamaan jadwal menyusuinya semakin berkurang hingga akhirnya bayi mulai terbiasa tidak mengonsumsi ASI.


Jika si kecil sudah tidak mengonsumsi ASI, tawarkan padanya susu pengganti ASI. Sebaiknya menyapih anak balita harus tepat pada waktunya dan biasanya setiap bayi memiliki waktu yang berbeda satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dari berkurangnya keinginan bayi saat menyusui. Pada saat proses penyapihan, bayi akan mencoba menjauhi ibunya dan memiliki tingkah yang negatif seperti marah atau sedih. Berikanlah perhatian yang lebih dan pengertian secara mudah dan perlahan sehingga nantinya anak balita dapat mengerti bahwa dia harus lepas dari ASI dan mau mencoba makanan lain.


Jika proses penyapihan dilakukan pada tepat waktu, maka anak balita akan lebih mandiri, jarang marah, mudah disiplin, percaya pada orang lain dan lebih tertarik pada orang daripada benda.  


Sumber : health.detik.com/read/2012/08/27/125142/1999854/764/cara-mudah-menyapih-asi-untuk-anak www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Wanita/Kapan-Mulai-Menyapih

Go to Top