6 Tips Siap Siaga Mengandung Bayi Kembar

30 July 2017

Saat dokter mengatakan bahwa janin kembar kini sedang tumbuh di dalam rahim Bunda, perasaan Bunda mungkin bercampur aduk, terkejut, bahagia, sekaligus khawatir. Kekhawatiran mengenai perkembangan janin, berbagai keluhan yang mungkin akan dihadapi, dan proses persalinan adalah hal yang umum dirasakan ibu yang tengah mengandung bayi kembar. Nah, agar perkembangan janin dari minggu ke minggu dapat berjalan baik dan Bunda dapat melahirkan dengan lancar, ada 6 hal yang perlu Bunda perhatikan saat mengandung bayi kembar, yaitu:

  1. Kebutuhan Asam Folat Lebih Tinggi
  2. Kebutuhan asam folat ibu hamil kembar lebih tinggi dibanding ibu hamil pada umumnya. Ibu Kehamilan kembar disarankan untuk mendapatkan asupan 1 miligram asam folat per hari, sementara kehamilan tunggal hanya 0,4 miligram saja, sebagaimana yang disampaikan oleh Manju Monga, MD, direktur divisi kedokteran ibu-janin dari University of Texas Health Science Center.

    Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bunda dengan janin kembar disarankan mengonsumsi beragam macam makanan sumber asam folat seperti bayam, kacang hijau, pisang, dan hati ayam. Asam folat sangat penting dikonsumsi sejak awal kehamilan untuk pembentukan organ dan otak janin. Dengan kebutuhan asam folat yang tercukupi, risiko bayi kembar lahir dengan cacat tabung saraf dapat dihindari.

  3. Risiko Keguguran Lebih Besar
  4. Risiko keguguran lebih besar di awal kehamilan kembar. Maka dari itu, Bunda harus ekstra berhati-hati dalam beraktivitas. Hindari melakukan perjalanan yang terlalu jauh dan mengangkat beban berat. Jika Bunda mengalami kram disertai pendarahan pada trimester pertama, segera kunjungi dokter kandungan Bunda. Lakukan berbagai anjuran dokter dengan baik agar si kembar dapat tumbuh dengan sehat.

  5. Pemeriksaan Kehamilan Lebih Sering
  6. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan lebih sering dari biasanya, yaitu setidaknya 6 kali selama masa kehamilan. Pemeriksaan kandungan sebaiknya dilakukan saat Bunda pertama kali mengetahui kehamilan, pada usia kandungan 20, 24, dan 28 minggu, kemudian saat kehamilan berusia 7 bulan dan 8 bulan. Kehamilan kembar membutuhkan lebih banyak pemeriksaan dan pengawasan daripada kehamilan tunggal, masih menurut Manju Monga, MD. Yang penting diketahui adalah kesehatan Bunda dan perkembangan janin dari minggu ke minggu berlangsung normal. Pemeriksaan umumnya meliputi USG, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan urine. Jika dokter melakukan pemeriksaan tambahan, jangan ragu untuk menanyakan tujuan dari pemeriksaan tersebut.

  7. Lebih Waspada Terhadap Diabetes Gestasional dan Preeklampsia
  8. Ibu hamil dengan bayi kembar harus lebih waspada terhadap risiko diabetes gestasional dan preeklampsia yang lebih tinggi. Diabetes gestasional adalah kondisi dimana kadar gula darah naik selama masa kehamilan dengan gejala seperti ingin minum terus dan mudah mengantuk. Sedangkan pre-eklamsia ditandai dengan naiknya tekanan darah dan hilangnya protein bersama urine yang diikuti dengan timbulnya gejala berupa pembengkakan pada kaki dan tangan. Diabetes gestasional dan pre-eklamsia sama-sama dapat membawa risiko buruk pada janin kembar dan Bunda sendiri, serta membuat proses persalinan menjadi lebih sulit. Untuk menghindarinya, Bunda dianjurkan untuk rutin mengontrol kadar gula dan tekanan darah serta menjaga asupan makan.

  9. Nyeri Punggung Lebih Sering Terjadi
  10. Keluhan nyeri pada punggung mungkin akan lebih sering terjadi mengingat beban yang harus Bunda bawa lebih berat. Bunda bisa mengatasinya dengan mengompres punggung dengan handuk hangat. Sementara ketika tidur, Bunda bisa menggunakan beberapa bantal yang ditumpuk di sekitar punggung dan paha atau membeli bantal khusus ibu hamil.

  11. Pilihan Proses Persalinan

Kebanyakan proses persalinan bayi kembar dilakukan dengan caesar. Konsultasikan dengan dokter kandungan tentang kemungkinan Bunda harus bersalin secara caesar atau normal. Bunda harus siap siaga dengan persalinan kapan saja mengingat risiko janin kembar lahir prematur lebih tinggi. Jika janin lahir di bawah usia kandungan 34 minggu, biasanya akan dibutuhkan perawatan tambahan di rumah sakit sebelum bayi diperbolehkan dibawa pulang ke rumah. Mengandung janin kembar adalah anugerah ganda dan Bunda tentu perlu ekstra menjaganya.

Dengan pemahaman yang baik, Bunda dapat lebih berhati-hati menghadapi berbagai risiko yang menyertai kehamilan kembar. Bekalilah terus diri Bunda dengan pengetahuan seputar perkembangan janin dari minggu ke minggu melalui sumber yang dapat dipercaya. Yang tidak kalah penting, selalu siapkan bantuan dari keluarga atau teman selama masa kehamilan. Semoga kehamilan Bunda selalu sehat, ya.

Sumber:

webmd.com/baby/features/11-things-you-didnt-know-about-twin-pregnancies

babycentre.co.uk/a3787/pregnant-with-twins-what-to-expect

whattoexpect.com/pregnancy/twins-and-multiples/landing.aspx

Diakses pada 6 September 2016

Go to Top