Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan

30 July 2017Tumbuh kembang anak

Si kecil sudah pandai merangkak, berdiri, dan semakin percaya diri saat berjalan sambil digandeng, meskipun langkahnya belum mantap dan kedua kakinya masih terbuka lebar saat berjalan. Kemampuan berbicaranya pun semakin meningkat. Bila Bunda perhatikan, setiap ocehannya memiliki makna tertentu, lho. Misalnya, “wau-wau” yang berarti anjing, atau “tutu” yang berarti susu.

Stimulasi bayi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan bicaranya adalah dengan mengajaknya berbicara setiap hari, memancingnya untuk berbicara dengan boneka (Bunda menirukan suara boneka), dan menyanyikan lagu untuk si kecil sesering mungkin. Jika di usia ini jika bayi belum bisa merangkak dengan sempurna, segera konsultasikan dengan dokter ya, Bunda. Hal ini bisa menjadi menjadi indikasi keterlambatan pada perkembangan fisiknya. Kesehatan anak

  • Bayi yang sakit biasanya mengalami penurunan nafsu makan. Bila asupan makannya kurang, proses penyembuhan akan berjalan lambat, bahkan penyakitnya bisa menjadi lebih parah. Agar si kecil mau makan saat sakit, Bunda bisa menambah variasi makanan, mencoba resep yang berbeda, menambah makanan selingan, atau mengurangi porsi makan tapi menambah frekuensinya. Jika si kecil diare, Bunda dianjurkan untuk memberinya lebih banyak ASI dan cairan lain guna mencegah dehidrasi. Berikan juga buah-buahan yang sudah dihaluskan untuk menambah asupan vitamin.
  • Jelang usia 1 tahun, sebagian anak mendadak susah makan dengan mengatupkan mulutnya, atau biasa disebut GTM (Gerakan Tutup Mulut). Hal ini ternyata wajar, lho. Penyebabnya beragam, mulai dari bosan dengan makanan yang diberikan, tidak lapar, sariawan, sedang tumbuh gigi, hingga trauma. Bunda harus sabar menghadapi anak saat GTM. Memaksanya makan tidaklah bijaksana dan efektif. Sebaiknya, cari tahu penyebab anak tidak mau makan. Lalu, buat suasana makan terasa menyenangkan, gunakan alat makan yang disukainya, variasikan menu makanan, dan biasakan anak makan sambil duduk, bukan sambil bermain.
Tips
  • Setiap bayi umumnya akan tertarik pada layar televisi atau gadget yang bercahaya dengan suara dan gambar yang bergerak-gerak. Tapi, semakin bertambah usianya, ketertarikannya pun akan semakin besar. Maka dari itu, Bunda perlu menerapkan beberapa tindakan pencegahan sejak dini agar si kecil tidak mengalami ketergantungan pada televisi/gadget, dan pemakaian kacamata di usia dini nantinya. Apa yang bisa Bunda lakukan?
  • Hindari meletakkan televisi dan gadget di dalam dan di dekat kamar si kecil
  • Batasi waktu menonton televisi dan bermain gadget untuk si kecil (baiknya tidak lebih dari total 2 jam per hari)
  • Pilihkan program yang mendidik untuk si kecil dengan ritme yang lambat agar ia mampu melihat dan menyerap makna dari tayangan tersebut
  • Tempat terbaik untuk merangsang tumbuh kembang anak adalah di rumah. Jika Bunda mampu menjaga dan memberikan stimulasi maksimal di rumah, si kecil tidak perlu masuk prasekolah. Pada dasarnya, tujuan sekolah di usia dini adalah memberikan stimulasi tepat sesuai usia anak, dan bukan mempersiapkannya memasuki sekolah dasar. Sementara kebutuhan bersosialisasi dapat diberikan dengan membiarkan anak bermain bersama anak seusianya di sekitar rumah. Sebetulnya, anak dianggap siap masuk prasekolah di usia 4 tahun ke atas, yaitu ketika ia sudah cukup mandiri dan menunjukkan minat tinggi untuk sekolah. Jika anak dipaksa untuk bersekolah terlalu dini, ia berisiko mengalami masalah dalam perkembangan emosi dan sosialnya.

  Sumber: Deteksi Tumbuh Kembang Anak; hal. 55-57, 76 Panduan Pintar Pengasuhan Bayi Minggu per Minggu; hal. 199, 202-204 babycenter.com/0_tv-watching-guidelines-for-toddlers_11746.bc health.kompas.com/read/2012/08/06/10181646/pantang.menyerah.hadapi.anak.susah.makan ayahbunda.co.id/balita-psikologi/haruskah-balita-masuk-playgroup3f

Go to Top