Zwitsal | Cara Bunda Melawan Baby Blues

30 July 2017

Perjuangan selama 9 bulan menjalani berbagai tahap kehamilan akhirnya memberikan akhir indah berupa kelahiran bayi kesayangan Bunda. Akhir yang indah dari tahap kehamilan ini tentu saja adalah awal dari perjuangan selanjutnya, yaitu perjalanan Bunda sebagai seorang ibu. Tapi, sebenarnya yang harus Bunda hadapi setelah melahirkan bukan hanya kesibukan sebagai seorang ibu baru yang harus mengurus anaknya. Bunda juga harus memperhatikan kondisi fisik dan mental Bunda sendiri.

Setelah melahirkan, kebahagiaan yang Bunda rasakan dengan kelahiran si kecil bisa berubah menjadi baby blues, yaitu salah satu bentuk dari postpartum depression. Masalah depresi setelah melahirkan ini bahkan cukup sering terjadi, dengan sekitar 70-80% ibu baru mengalami mood swing atau suasana hati negatif sekitar 4-5 hari setelah kelahiran anaknya. Penyebab depresi ini belum diketahui secara pasti.

Tapi, beberapa ahli menyebut perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan saat melahirkan sebagai salah satu faktor yang bisa jadi penyebab. Hal tersebut beserta berbagai faktor lain seperti kelelahan akibat aktivitas fisik sebagai ibu baru bisa memberikan kontribusi pada depresi yang Bunda alami.

Beberapa gejala baby blues yang perlu Bunda waspadai adalah:

  1. Menangis dan sedih berkepanjangan tanpa sebab yang jelas
  2. Tidak sabaran dan mudah marah
  3. Kelelahan
  4. Insomnia
  5. Suasana hati yang berubah-ubah
  6. Daya konsentrasi berkurang

Pada baby blues, gejala di atas bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam setiap hari, dan seharusnya akan semakin berkurang selama 14 hari setelah melahirkan. Tapi, baby blues harus Bunda waspadai dan tangani dengan baik agar tidak berkembang menjadi postpartum depression, atau bahkan postpartum psychosis. Ketika baby blues yang Bunda alami terasa semakin intens dan berlangsung semakin lama, bahkan berkembang menjadi berkurangnya nafsu makan dan hilangnya minat untuk berinteraksi dan mengurus si kecil, bisa jadi masalah yang Bunda alami adalah postpartum depression.

Masalahnya, kebanyakan orang menganggap baby blues dan postpartum depression sebagai hal remeh yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal kalau berlangsung berkepanjangan, masalah ini bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan Bunda dan si kecil, lho. Solusinya sebenarnya sederhana, jangan ragu atau segan untuk meminta bantuan orang lain untuk mengurus si kecil. Pekerjaan seorang ibu bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk ibu yang baru melahirkan. Meminta bantuan orang lain, misalnya orang tua atau suami, bukan berarti Bunda adalah ibu yang buruk.

Memahami tentang baby blues dan postpartum depression tak kalah pentingnya dengan memahami berbagai tahap kehamilan. Bukan hanya Bunda saja yang harus mencari tahu mengenai masalah ini, tapi juga orang terdekat Bunda, terutama karena biasanya merekalah yang lebih menyadari saat adanya perubahan kondisi mental atau suasana hati pada Bunda.

Sumber:

americanpregnancy.org/firstyearoflife/babyblues.htm

helpguide.org/mental/postpartum_depression.htm

webmd.com/depression/features/postpartum-winter

epigee.org/fetal/baby_blues.html

Go to Top