Lebih Sosial untuk Jadi Lebih Pintar

30 July 2017

Kecerdasan interpersonal yang mendukung kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain merupakan salah satu bagian dari kecerdasan majemuk. Namun, mungkin kebanyakan orang mengira bahwa kecerdasan interpersonal anak hanya berpengaruh pada kemampuan sosialnya, dan tidak memiliki dampak pada intelegensi anak secara keseluruhan. Tapi, tahukah Bunda bahwa kemampuan sosial anak berpengaruh pula pada prestasi akademisnya? Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian.


Karena itulah kemampuan sosial merupakan salah satu keahlian yang dibutuhkan untuk bertahan dalam masyarakat. Apalagi, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sosial memiliki hubungan dengan kesehatan dan kemampuan kognitif seseorang, termasuk pada anak-anak. Hubungan sosial memiliki peran penting dalam kualitas hidup seseorang. Orang yang kurang memiliki interaksi personal dengan orang lain dan tidak bisa berbaur dengan lingkungannya bisa merasa kesepian. Awal tahun 2014, John Cacioppo dari University of Chicago mempublikasikan hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa perasaan terisolasi dan kesepian bisa menyebabkan gangguan tidur, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan produksi hormon stres cortisol, menyebabkan depresi, dan lain-lain.


Semua dampak negatif ini bahkan bisa mengganggu fungsi optimal otak dan menurunkan fungsi kognitif otak. Perasaan terisolasi yang dirasakan seseorang bahkan bisa membuatnya semakin sulit berinteraksi dengan orang lain. Hal ini ditemukan dalam sebuah penelitian neuroscience bahwa rasa terisolasi bisa mengakibatkan penurunan produksi myelin pada otak yang penting bagi kemampuan untuk beradaptasi pada perubahan di lingkungannya serta pada perilaku emosional seseorang. Myelin juga merupakan materi lemak yang membungkus neuron dan membantu neuron mengirim pesan pada otak.


Jadi, neuroscience membuktikan bahwa kurangnya interaksi sosial dan rasa kesepian berpengaruh negatif pada kerja otak. Sebaliknya, hubungan sosial yang kuat dengan lingkungan punya manfaat positif bagi prestasi akademis anak. Sebuah pendekatan yang disebut Social and Emotional Learning (SEL) dikembangkan di Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam mengendalikan emosi dan berinteraksi secara positif dengan orang lain. Pendekatan ini percaya bahwa anak akan belajar lebih baik bila ia siap untuk belajar secara emosional.


Pada akhir penelitian, SEL berhasil meningkatkan kemampuan sosial anak dan menciptakan lingkungan yang positif di sekolah. Hasilnya, studi menunjukkan bahwa siswa yang berpartisipasi dalam program SEL berhasil meningkatkan nilai sebesar rata-rata 11% dibandingkan siswa lain yang tidak mengikuti program tersebut.


Kecerdasan interpersonal dan kemampuan sosial yang baik akan membantu anak untuk berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya, sehingga ia mampu menciptakan lingkungan yang akan mendukung proses belajarnya. Neuroscience pun menunjukkan bahwa rasa kesepian berpengaruh negatif pada fungsi otak. Jadi, ayo latih kemampuan sosial anak sejak kecil. Beberapa cara sederhana yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal anak bisa disimak di laman ini.  


Sumber: psychologytoday.com/blog/the-athletes-way/201403/eight-habits-improve-cognitive-function apa.org/monitor/2010/04/classrooms.aspx dailymail.co.uk/sciencetech/article-2232420/Prolonged-loneliness-transform-brain-make-MORE-antisocial.html

Go to Top