Kolostrum untuk Kekebalan Tubuh Bayi

30 July 2017

Kehamilan serta persalinan memang merupakan proses alamiah yang menakjubkan di mana tubuh Bunda berubah dan menyesuaikan diri untuk menghidupi si kecil hingga ia bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Setelah persalinan pun tubuh Bunda masih memberikan yang terbaik untuk si kecil dalam bentuk ASI yang merupakan sumber gizi satu-satunya bagi bayi selama setidaknya 6 bulan pertama.


Dukungan Bunda pada tumbuh kembang si kecil pun disempurnakan dengan pemberian kolostrum yang berperan penting dalam membantunya beradaptasi dengan dunia luar. Selama 48 jam setelah persalinan, kelenjar susu Bunda akan mengeluarkan kolostrum yang sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh bayi. Dalam cairan kental ini, terkandung berbagai macam zat yang bermanfaat bagi bayi dan kesehatannya, seperti immunoglobulin yang dapat melawan bakteri dan racun dalam tubuh, hormon PRP yang mengatur kerja kelenjar thymus , leukosit yang menstimulasi produksi protein dan mencegah reproduksi virus, serta masih banyak nutrisi bermanfaat lainnya.


Dengan segala nutrisi dan manfaat tersebut, kolostrum meningkatkan kemampuan kelenjar thymus untuk memproduksi sel T yang penting bagi kekebalan tubuh. Selain bermanfaat bagi kelenjar thymus dan kekebalan tubuh, kolostrum juga penting bagi metabolisme bayi. Kolostrum yang dikonsumsi bayi membantunya mengeluarkan meconium, yaitu metabolisme bayi yang tersisa sejak ia masih berada dalam kandungan. Proses pembersihan ini juga membantu mengurangi kelebihan bilirubin yang bisa terjadi karena tubuh bayi belum memiliki mekanisme pengaturan jumlah sel darah merah yang sempurna. Dengan manfaat ini, maka kolostrum membantu mencegah masalah jaundice alias bayi kuning.


Dan, tentu saja kandungan nutrisi dalam kolostrum tak boleh dianggap remeh. Kolostrum bagaikan konsentrat dari berbagai gizi yang diperlukan bayi karena cairan ini sangat kaya protein, garam, mineral, nitrogen, serta vitamin A. Kandungan nutrisi tersebut pada kolostrum bahkan lebih banyak daripada yang terkandung dalam ASI yang diproduksi Bunda 5-7 hari setelah melahirkan. Selain itu, kolostrum juga mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang belum bisa bekerja sempurna. Dengan berbagai manfaat yang disebutkan di atas, tak heran kalau pemberian kolostrum untuk bayi yang baru lahir sangatlah penting.


Memberikan kolostrum pada bayi merupakan cara terbaik yang bisa Bunda lakukan untuk membangun dasar yang kuat untuk kesehatan si kecil dan membantunya beradaptasi dengan dunia luar. Jadi, susui si kecil sejak lahir ya, Bunda. Tahap Inisiasi Menyusui Dini akan membantu Bunda melakukan hal ini. Kesehatan si kecil terjaga, tumbuh kembang optimal pun bisa tercapai.  


Sumber: autismcanada.org/treatments/biomed/colostrum.html Buku: Prescription for Nutritional Healing oleh Phyllis A. Balch (2006) ayahbunda.co.id/Artikel/gizi+dan+kesehatan/Bayi/kolostrum.makanan.pertama.bayi/001/001/1432/46/3 ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/kolostrum.zat.penting.bayi.baru.lahir/001/001/491/1/4

Go to Top