Memperdengarkan musik sejak dini kepada si kecil memang memberikan banyak manfaat pada tumbuh kembang bayi. Tapi manfaatnya akan semakin optimal bila stimulasi musik juga diberikan secara aktif. Bukan berarti Bunda harus membelikan si kecil berbagai alat musik yang mahal sebagai mainan, lho. Stimulasi musik secara aktif pun juga bisa dilakukan dengan cara lain.
Inti dari stimulasi musik secara aktif adalah interaksi, sehingga bayi Bunda tidak sekadar mendengarkan musik, tetapi juga memberikan reaksi terhadap musik yang ia dengarkan. Jadi, yang penting bukanlah instrumennya, melainkan aktivitasnya. Beberapa cara untuk memberikan stimulasi musik secara aktif pada si kecil adalah:
- Buatlah drum mainan dari kotak bekas es krim berbentuk tabung yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Berbagai kotak atau mainan plastik pun juga bisa jadi pilihan. Sebagai stik drum mainan, sendok kayu yang Bunda gunakan untuk memasak adalah alat yang paling pas. Bunda juga bisa membuat maracas mainan dengan mengisi botol/gelas plastik dengan sedikit beras.
- Tunjukkan pada si kecil cara untuk memainkan alat musiknya, misalnya memukul kotak es krim dengan sendok kayu, atau menggoyangkan maracas mainan untuk membuat suara. Lalu ajak dia untuk meniru ‘musik’ yang Bunda mainkan. Misalnya, ketika Bunda mengetuk kotak es krim 2 kali, ajak dia untuk mengetuk kotak es krim 2 kali pula. Atau Bunda juga bisa mengajak si kecil untuk memainkan alat musiknya mengikuti ketukan dan irama musik yang Bunda perdengarkan padanya
- Ajak anak lain yang sebaya dengan si kecil untuk ikut bermain alat musik bersama. Hal ini akan mendorong si kecil untuk berkomunikasi dengan anak seumurannya.
- Nyalakan musik dan ajak si kecil untuk ikut bernyanyi bersama Bunda. Dorong dia untuk menari, lalu ikuti gerakan tarian yang dia lakukan. Hal ini akan mengajarkan si kecil untuk mengenali irama dan ketukan musik
Bunda mungkin mengira stimulasi musik secara aktif hanya bisa dilakukan pada bayi yang sudah agak besar, misalnya yang berumur sekitar 1 tahun. Bayi yang baru lahir pun sudah bisa mendapatkan stimulasi musik secara aktif. Misalnya, saat si kecil sedang merasa santai (tidak mengantuk ataupun lapar), nyalakan musik dan gendong si kecil sambil mengayunkan badannya dengan lembut mengikuti musik. Bunda juga bisa ikut bernyanyi mengikuti musik yang Bunda putarkan. Coba perhatikan reaksi si kecil. Apakah dia tampak menikmati musik yang dia dengar?
Stimulasi musik secara aktif tidak hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, tapi juga memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Jadi tak ada salahnya meluangkan waktu untuk bernyanyi dan menari bersama si kecil, kan?
Sumber:
http://www.bbc.co.uk/cbeebies/grownups/article/benefits-of-listening-to-music-with-your-baby
http://www.whattoexpect.com/playroom/playtime-tips/make-music.aspx

