6 Tips Berkomunikasi Dengan Anak

30 July 2017

Menciptakan keluarga yang harmonis dan dekat satu sama lain membutuhkan komunikasi yang kuat. Orang tua harus bisa berkomunikasi dengan anak-anak, dan anak harus mampu berbicara kepada orang tua tanpa ragu. Sayangnya, menciptakan komunikasi yang efektif bukanlah hal yang mudah. Berikut ini adalah beberapa cara agar Bunda bisa meningkatkan kualitas komunikasi di keluarga Bunda:

  1. Beri tahu si kecil bahwa Bunda selalu siap mendengarkan cerita si kecil Luangkan waktu dari jadwal Bunda yang padat untuk duduk bersama si kecil dan mendengarkan cerita tentang kegiatannya hari itu. Saat si kecil bercerita, berikan perhatian penuh pada ceritanya.
  2. Ajak si kecil mengobrol Ambil langkah pertama dan ajak si kecil mengobrol untuk memancingnya bercerita.
  3. Puji si kecil tanpa ragu, tapi beri juga kritik yang membangun Si kecil harus belajar menerima kritik sejak kecil. Tapi seimbangkan kritik tersebut dengan kata-kata pujian yang mendukungnya. Misalnya, bila dia tidak mendapatkan nilai yang sempurna, puji dia karena mendapatkan nilai yang cukup baik dalam pelajaran yang sulit. Bila Bunda tahu si kecil tidak mendapatkan nilai yang baik karena kurang persiapan, dorong mereka untuk bekerja lebih baik di kesempatan berikutnya. Pastikan mereka mengerti bahwa nilai yang kurang sempurna itu merupakan konsekuensi dari persiapannya yang kurang
  4. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang lingkungan si kecil di luar rumah Bunda sebisa mungkin harus mengetahui teman-teman si kecil dan aktivitasnya di luar rumah agar Bunda bisa berdiskusi mengenai hal-hal yang perlu si kecil ketahui, misalnya yang tidak boleh dia lakukan, dll
  5. Jangan menginterupsi si kecil saat dia sedang bercerita Beri anak Anda waktu untuk bercerita dan jangan interupsi dia setiap Bunda tidak setuju dengan pernyataannya. Terlalu banyak interupsi bisa membuat si kecil malah malas bercerita pada Bunda mengenai hal-hal penting
  6. Jadilah pendengar yang aktif Fokuskan perhatian Bunda sepenuhnya pada si kecil pada saat dia sedang bercerita. Jangan ‘menyambi’ obrolan si kecil dengan pekerjaan kantor, pekerjaan rumah tangga, ataupun acara TV yang menarik agar Bunda benar-benar bisa menangkap semua perkataan si kecil dan bahasa tubuhnya.

Sumber:

http://o5.com/6-ways-to-communicate-effectively-with-your-children/

Go to Top