Kemampuan penglihatan bayi baru lahir memang belum sempurna. Pada orang dewasa, retina mata mampu membedakan berbagai gradasi warna dan cahaya. Tapi pada mata bayi baru lahir, retina hanya bisa membedakan warna dan cahaya dengan perbedaan yang kontras, misalnya warna hitam dan putih, serta terang dan gelap. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, kemampuan penglihatannya pun akan terus berkembang hingga mencapai kemampuan yang sama seperti orang dewasa, yakni saat ia berusia 3-5 tahun. Tapi tentu saja, kemampuan penglihatan bayi harus mendapat stimulasi yang cukup untuk bisa berkembang dengan baik.
Bentuk stimulasi seperti apa yang bisa Bunda berikan untuk mendorong kemampuan penglihatan si kecil? Berikut ini adalah beberapa di antaranya: 1. Gunakan peralatan dan mainan bayi dengan warna-warna yang kontras dan cerah, terutama warna hitam, putih, serta warna-warna terang seperti hijau, merah, oranye, kuning, dan biru. Warna-warna cerah ditangkap lebih baik oleh retina mata si kecil sehingga menghasilkan sinyal yang lebih kuat pada bagian otaknya yang berperan dalam kemampuan penglihatan. 2. Saat menunjukkan mainan atau barang lain pada bayi, posisikan benda tersebut sekitar 20-30 cm di depan matanya.
Jarak tersebut adalah jarak yang tepat agar bayi bisa melihat benda dengan jelas. Nah, tahukah Bunda? Jarak tersebut adalah jarak rata-rata antara wajah Bunda dan si kecil saat proses menyusui, lho! Jadi, melakukan kontak mata dengan si kecil saat menyusui juga bisa jadi stimulasi bagi penglihatan si kecil. 3. Lakukan kontak mata dengan bayi. Ajak ia berbicara sambil melihat wajahnya saat Bunda sedang menyusuinya, bermain dengannya, menggantikan popoknya, atau saat melakukan berbagai perawatan rutin lainnya.
Senyum yang Bunda dapatkan dari si kecil saat ia mengenali wajah Bunda akan menjadi hadiah menyenangkan dari stimulasi ini. 4. Setelah si kecil berusia 2-4 bulan, Bunda bisa mulai melatih pergerakan mata dan kepalanya dengan menggerakkan benda yang sedang ia perhatikan ke depan, ke belakang, serta ke kiri dan kanan. Mainan yang digantung dan bisa berputar di atas ranjang bayi juga bisa jadi stimulasi yang baik. 5. Lindungi mata bayi dari cahaya yang terlalu terang. Bunda mungkin pernah mendengar cerita mengenai bayi yang menjadi buta karena cahaya dari lampu kamera.
Menurut Dr. Alex Levin dari Wills Eye Hospital di Philadelphia, cahaya lampu kamera tidak akan membutakan mata bayi. Tapi, orang tua tetap harus waspada terhadap alat seperti laser pointer yang bisa merusak retina. Penglihatan adalah bagian dari 5 indera manusia yang menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Stimulasi dan perlindungan yang tepat akan membantu perkembangan kemampuan penglihatan bayi dengan optimal sekaligus menjaga kesehatan mata bayi. Sumber: askdrsears.com parents.com yahoo.com

