Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa yang berperan dalam proses menyusui hanyalah Bunda. Tapi, sebenarnya peran Ayah dalam proses menyusui tak bisa dianggap remeh. Dukungan Ayah untuk memastikan suksesnya proses Bunda menyusui si kecil sangatlah penting. Tantangan dan hambatan yang Bunda alami saat menyusui si kecil memang tak mudah.
Dukungan dari Ayah akan membantunya untuk mengatasi tantangan dan hambatan tersebut, sehingga target ASI Eksklusif pun bisa tercapai, bahkan hingga si kecil berusia 2 tahun. Apa saja yang bisa Ayah lakukan sebagai bentuk dukungan dalam proses menyusui yang Bunda lakukan? Simak saja beberapa contohnya di laman ini agar Ayah semakin mengetahui dukungan apa saja yang bisa diberikan pada Bunda. Selain itu Ayah juga perlu mengetahui beberapa hal tentang menyusui berikut ini:
- Bayi disarankan untuk mendapatkan ASI Eksklusif setidaknya selama 6 bulan. Tapi, proses menyusui masih bisa dilanjutkan hingga si kecil berusia 2 tahun karena berbagai manfaat kesehatan dari ASI juga masih didapatkan dan dirasakan oleh balita. Maka dari itu, bukan berarti dukungan Ayah harus berhenti setelah masa ASI Eksklusif pada 6 bulan pertama.
- ASI akan mengalir dengan lebih lancar kalau Bunda merasa nyaman, tenang, dan rileks. Karena itu, jaga agar Bunda tidak merasa stres, lapar, ataupun haus saat menyusui. Bantuan yang Ayah berikan untuk membuat Bunda merasa nyaman akan berpengaruh positif pada proses menyusui, kok!
- Menyusui itu seharusnya tidak menyakitkan. Jadi, jika Bunda mengeluh karena merasa sakit saat menyusui, bantu Bunda untuk mencari tahu penyebab rasa sakit yang dialaminya. Apakah posisi si kecil yang salah saat menyusu? Ataukah si kecil mengalami masalah tongue tie? Jika Ayah dan Bunda tak bisa menemukan penyebabnya, tak ada salahnya berkonsultasi ke dokter anak atau konsultan laktasi.
- Ayah pun bisa ‘menyusui’. Tentunya tidak secara langsung, tapi melalui cara memberikan ASI perah dari Bunda kepada si kecil melalui botol. Hal ini bisa jadi salah satu cara Ayah untuk membangun ikatan yang kuat dengan si kecil.
- Menyusui tidak membuat payudara Bunda menjadi ‘turun’. Bentuk payudara Bunda bisa dipengaruhi oleh kehamilan, faktor genetik, kebiasaan merokok, perubahan berat badan, ataupun usia Bunda. Jadi, Ayah tak perlu khawatir, toh manfaat menyusui untuk si kecil akan jauh lebih berharga, bukan?
Peran Ayah dalam menyusui mungkin tak terlihat secara langsung. Tapi, peran Ayah secara aktif dalam proses menyusui akan dirasakan oleh Ayah, Bunda, dan tentu saja si kecil. Sumber: nct.org.uk

