Stimulasi Olfaktori Bayi dengan Bau Harum

30 July 2017

Dalam neurosains dijelaskan bahwa ketika bayi lahir, fungsi otaknya belum bekerja maksimal karena jalinan saraf antar sel otak bayi belum padat. Salah satu sistem sensorik yang harus diberi stimulasi adalah saraf olfaktori. Stimulus olfaktori pada bayi sejak dini dapat membantu kematangan untuk kepekaan sistem saraf.

Saraf olfaktori adalah sel reseptor utama bagi indera penciuman untuk memonitor asupan bauan yang dibawa udara ke dalam sistem pernapasan bayi dalam menentukan rasa, aroma, dan palatabilitas dari bauan di sekitarnya. Mengapa saraf olfaktori bayi perlu diberi stimulasi? Stimulasi dilakukan untuk meningkatkan indera penciuman bayi. Selain itu, saraf olfaktorius juga berperan penting sebagai elemen yang menengahi komunikasi dasar seperti interaksi antara Bunda dan si kecil.

Stimulasi olfaktori pada bayi dapat mengurangi risiko kelainan indera penciuman seperti hyposmia, cacosmia, parosmia, dan anosmia. Hyposmia adalah penurunan sebagian dari nilai rasa bau, kelainan ini disebabkan oleh gangguan pada hidung. Parosmia adalah pengenalan yang salah dari bau. Cacosmia adalah persepsi yang abnormal dari bau yang tidak menyenangkan. Sedangkan anosmia adalah ketidakmampuan total dari indera penciuman. Saraf olfaktorius berperan penting dalam memperingatkan adanya bauan yang berbahaya untuk tubuh, seperti halnya tubuh menolak ketika tercium bau busuk.

Stimulasi olfaktori sedini mungkin akan menghindarkan si kecil dari malfungsi indera penciuman. Berdasarkan terapan neurosains yang berhubungan dengan saraf olfaktori, Bunda bisa menstimulasi saraf olfaktori si kecil dengan aroma harum. Aroma harum dapat membantu si kecil dalam menstimulasi area pengendali emosi di otaknya. Caranya mudah, cukup dengan memberikan keharuman pada tubuh bayi, maka secara otomatis saraf-saraf bayi akan terstimulasi dengan baik dan juga dapat membantu otak si kecil bekerja sempurna dalam mengatur keseimbangan tubuh dan pengendalian emosinya.

Bunda bisa menggunakan baby cologne untuk menstimulasi indera pembau si kecil. Gunakan baby cologne secukupnya dan tidak berlebihan. Pada dasarnya, bau harum akan membuat si kecil merasa nyaman dan akan menghadirkan suasana hati yang menyenangkan. Untuk mengetahui informasi lebih jelas mengenai neurosains terapan dan hubungannya dengan sistem saraf olfaktori serta sistem sensorik lainnya, Yuk Bunda, kita kenali stimulasi olfaktori si kecil sedini mungkin!

Sumber: Hisyam, Aien. 2013. Zwitsal Baby Spa: 4 langkah Stimulasi Dini. Jakarta: PT Unilever Indonesia. Mark Mumenthaler, MD., Heinrich Mattle, MD. 2004. NEUROLOGY (4th Edition). Thieme. Saladin, Kenneth. 2012. "The Cranial Nerves" Anatomy and Physiology: The Unity of Form and Function (6th Edition). New York City: Mcgraw-Hill. Zwitsal Baby Spa Fact Sheets, 19 November 2013.

Go to Top