Tumbuh kembang anak yang optimal membutuhkan sistem vestibular yang berkembang dengan baik. Sistem yang reseptornya terletak dalam telinga tengah ini berperan penting pada keseimbangan tubuh serta gerak motorik kasar dan halus yang dibutuhkan dalam tahap perkembangan anak. Postur tubuh, koordinasi tubuh, serta kemampuan penglihatan yang baik juga membutuhkan peran dari sistem vestibular.
Karena itu, pemberian stimulasi yang cukup pada sistem vestibular anak tak boleh dianggap remeh. Bunda mungkin pernah melihat berbagai jenis mainan yang dijual dengan janji akan memberikan stimulasi pada sistem vestibular anak. Bunda boleh saja membeli berbagai mainan tersebut untuk si kecil. Tapi, Bunda perlu mengetahui juga bahwa bermain aktif yang sering Ayah lakukan dengan si kecil merupakan cara paling mudah dan sederhana untuk menstimulasi sistem vestibular. Gaya bermain Ayah dengan si kecil memang biasanya berbeda dengan Bunda.
Ayah lebih menyukai permainan aktif yang melibatkan gerakan melompat, berputar, dan lain-lain. Ternyata, tiap gerakan dalam permainan aktif tersebut punya manfaat sendiri dalam menstimulasi sistem vestibular dan perkembangan anak, lho. Berikut penjelasannya:
- Berputar Gerakan ini meningkatkan kewaspadaan anak dan merangsang sistem sensori anak, termasuk di antaranya sistem vestibular. Berbagai permainan seperti menaiki komedi putar, berguling di lantai, dan lain-lain, merupakan permainan sederhana yang melibatkan gerakan berputar.
- Berayun Beberapa anak merasa tidak nyaman dengan gerakan berputar yang terlalu agresif. Untuk anak-anak tersebut, gerakan berayun bisa jadi pilihan alternatif untuk menstimulasi tubuhnya. Apalagi, gerakan maju mundur yang terjadi saat berayun memberikan efek menenangkan pada anak, mirip dengan yang terjadi ketika bayi yang rewel ditenangkan dengan cara diayunkan dalam gendongan ibunya.
- Bergerak maju dengan cepat Apakah Bunda menyadari bahwa bayi yang rewel jadi lebih mudah tidur ketika ia sedang berkendara dengan mobil? Hal ini disebabkan karena gerakan maju dengan cepat seperti yang terjadi saat menaiki mobil memberikan efek menenangkan terhadap sistem vestibular. Jenis gerakan ini juga bisa didapat saat bermain perosotan, naik sepeda, dan lain-lain.
- Melompat Gerakan melompat, misalnya yang terjadi saat anak melompat di trampolin atau permainan lain, memiliki efek yang mirip dengan gerakan berputar pada sistem vestibular.
Berbagai permainan aktif ternyata lebih dari sekadar bermain untuk anak-anak. Tapi, yang perlu diingat bahwa tiap gerakan di atas hanya bisa dilakukan selama anak merasa senang dan nyaman. Jika ia mulai merasa tidak nyaman dan meminta permainan dihentikan, jangan memaksanya untuk terus melakukan gerakan tersebut.
Ternyata, tidak sulit untuk menstimulasi sistem vestibular anak, kan? Jadi, Bunda tak perlu terlalu khawatir kalau Ayah mengajak si kecil bermain aktif, ya. Asalkan si kecil mendapatkan pengawasan penuh dari Ayah dan Bunda, maka si kecil bisa bermain aktif dengan aman sekaligus menstimulasi sistem vestibular-nya.
Sumber:
themotorstory.org/sensory-processing/the-vestibular-system/ psychologytoday.com/blog/child-myths/200910/dizzy-delightful-or-irrelevant-how-did-vestibular-stimulation-get-so-much-at

