Bayi siap menerima makanan pendamping ASI atau MPASI mulai usia 6 bulan. Selain pada saat usia bayi in ASI hanya mampu memenuhi 60% hingga 80% kebutuhan gizinya, alasan lain adalah agar masa kritis pengenalan makanan padat yang perlu keterampilan mengunyah tidak terlewati. Namun, ASI tetap diberikan hingga usia 2 tahun.
Pemberian ASI sebaiknya bertahap, disesuaikan dengan perkembangan keterampilan makan bayi. Mulai lah dengan makanan bertekstur lembut dan cair hingga yang teksturnya kasar dan padat.
Porsi MPASI dimulai dari yang sangat sedikit (2-3 sendok makan) hingga porsi normal anak.
Selain diberikan makanan utama, bayi juga perlu diberi makanan selingan di antara waktu makan utamanya. Olahan dari buah, biskuit, roti atau susu bisa jadi pilihan makanan selingan bayi. Bila umumnya makanan utama rasanya asin, maka berikan makanan atau minuman selingan manis, seperti jus buah segar, pudding atau bubur susu. Hal ini dilakukan agar pengenalan rasa lebih bervariasi. Saat mempersiapkan MPASI, buatlah dalam 1 porsi dahulu. Bila si kecil menyukainya, bisa dicoba lagi di hari lain. Berikan secara selang seling dan bervariasi agar si anak tidak bosan.
Bila ternyata ada alergi, seperti alergi susu, sapi, telur atau bahkan buah (jeruk, tomat, stroberi dan kiwi sering memicu alergi, namun sebagian besar muncul pada usia 15 bulan), ganti dengan bahan lain dan tunda pemberian bahan pemicu alergi setelah bayi berusia 12 bulan.Jangan lupa, selalu cuci tangan sebelum mulai membuat MPASI, sterilkan alat masak dan perlengkapan makanan bayi dan pilih buah dan bahan makanan yang bermutu baik agar rasa makanan lebih segar.Agar si kecil mau makan, penting untuk bunda memperhatikan penampilan makanan (selingan) untuk sikecil agar lebih menarik perhatiannya.
Ini merupakan cara agar ia bersedia dan suka menyantapnya.Kreasikan makanan dengan memainkan warna dalam pembuatannya. Misalnya saat membuat pudding pakai agar-agar berwarna bening kemudian tambahkan buah potong segar di dalamnya. Siram juga dengan saus buah yang memiliki warna cerah seperti mangga, jeruk, stroberi atau blueberry. Bisa juga menyiapkan pancake dengan memberi warna dari irisan buah dan pure buah di atasnya.
Coba juga berikan rasa manis pada cemilan si kecil dari bahan makanan yang pada dasarnya memiliki rasa manis seperti buah, labu kuning, ubi dan wortel.Untuk anak mulai usia 9 bulan, berikan finger food sebagai alternatif cemilan. Tetap awasi saat si kecil makan sendiri untuk menghindari tersedak. Agar lebih bervariasi, celupkan finger food buah dan sayur rebus ke dalam celupan atau saus cocolan buatan sendiri, seperti yogurt tawar atau pure buah segar.
Bisa juga buat cemilan yang disajikan dengan dicetak. Pilih cetakan yang berbentuk lucu atau dari tokoh karakter sehingga anak tertarik dan lebih bersemangat menghabiskan camilannya.
Namun yang paling penting saat makan bersama si kecil, selalu ciptakan suasana makan yang menyenangkan agar acara makan berlangsung lancar.
Sumber: Ayahbunda

