Sendawa untuk Cegah Perut Kembung pada Bayi

30 July 2017

Si kecil terus menangis setelah menyusui? Bisa jadi perutnya kembung, Bunda. Saat menyusui, bayi yang baru lahir cenderung menelan ASI bersama dengan udara. Akibatnya, gas yang terkumpul di perutnya menyebabkan perut kembung bayi dan membuat ia merasa tak nyaman, bahkan sakit perut. Itulah yang membuatnya jadi menangis.

Solusinya bagaimana? Sendawakan si kecil. Bayi yang baru lahir hingga berusia 6 bulan kadang memang harus disendawakan setelah atau bahkan di sela proses menyusui untuk mencegah perut kembung bayi. Ada beberapa metode yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

  1. Gendong si kecil dengan posisi agak tegak, sehingga dagu bayi bersandar pada pundak Bunda. Lalu tepuk-tepuk punggung si kecil dengan lembut
  2. Letakkan si kecil pada pangkuan Bunda dalam keadaan tengkurap. Topang kepalanya untuk memastikan kepala si kecil lebih tinggi daripada dadanya. Lalu, tepuk punggungnya dengan lembut.
  3. Pangku si kecil dan topang dada serta kepalanya dengan tangan Bunda. Lalu tepuk punggungnya perlahan.

Cari saja posisi yang paling nyaman untuk menyendawakan si kecil. Ingat, karena si kecil belum bisa menopang kepalanya sendiri, Bunda harus terus menopang kepalanya dengan baik. Selain itu, tepukan atau usapan lembut di punggungnya sudah cukup untuk membantu si kecil bersendawa. Jangan terlalu keras menepuk punggungnya, ya.

Bunda bisa mengurangi risiko perut kembung bayi akibat menyusui dengan memperbaiki posisi si kecil saat menyusu. Posisikan si kecil dalam keadaan agak tegak, atau setidaknya kepalanya lebih tinggi dari dada dan perutnya. Pastikan juga ia merasa nyaman dengan posisi menyusunya. Kalau si kecil tampak rewel saat menyusu, Bunda bisa menyendawakannya dahulu sebelum melanjutkan proses menyusui. Bayi di bawah usia 6 bulan disarankan untuk diletakkan dalam posisi agak tegak selama 10-15 menit setelah menyusui untuk membantu pencernaannya dan mengurangi risiko gumoh atau muntah.

Tapi setelah ia semakin dewasa, biasanya risiko perut kembung bayi akan berkurang karena si kecil telah mampu makan dan menyusu dengan baik tanpa menelan udara.

Sumber: http://kidshealth.org/parent/pregnancy_center/newborn_care/burping.html http://www.askdrsears.com/topics/feeding-eating/feeding-infants-toddlers/burping-baby http://www.babble.com/baby/babble-formula-feeding-guide/formula-feeding-guide-burping/

Go to Top