Mitos & Fakta Berolahraga Selama Kehamilan

30 July 2017

Olahraga teratur selama kehamilan punya peran penting dalam menjaga kesehatan kehamilan serta membantu proses persalinan Bunda. Karena itu, olahraga seperti berjalan, yoga, senam hamil, berenang, serta olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang sangat disarankan untuk dilakukan secara teratur. Tapi, mungkin Bunda pernah mendengar info tertentu yang membuat Bunda menjadi ragu untuk berolahraga selama kehamilan.

Karena itu, Bunda perlu mengetahui kebenaran beberapa mitos mengenai olahraga rutin selama kehamilan berikut ini:

MITOS: Terlalu banyak berolahraga selama kehamilan akan mengurangi asupan nutrisi untuk janin dalam kandungan Bunda. Akibatnya perkembangan janin menjadi terhambat.

FAKTA: Tubuh Bunda akan terus menyalurkan nutrisi pada janin sesuai dengan kebutuhannya. Kurangnya asupan nutrisi untuk Bunda bahkan lebih mungkin terjadi dibandingkan kurangnya asupan nutrisi untuk janin. Untuk menghindari masalah ini, jaga terus kestabilan kadar gula dalam darah dengan cara makan lebih sering dalam porsi lebih sedikit.

MITOS: Kalau Bunda tak pernah berolahraga sebelum kehamilan, maka sebaiknya Bunda juga tidak berolahraga selama kehamilan.

FAKTA: Olahraga ringan selama kehamilan pun punya banyak manfaat bagi kehamilan, di antaranya menjaga stamina, membantu Bunda tidur lebih nyenyak, melatih pernafasan, serta mengatasi berbagai masalah umum kehamilan seperti sakit punggung, sembelit, dll. Karena itu, Bunda yang tak pernah berolahraga secara rutin sebelum kehamilan tak perlu ragu untuk melakukan olahraga dengan intensitas ringan selama kehamilan, misalnya rutin berjalan di pagi hari, berenang, senam hamil, dan lain-lain. Tingkatkan intensitas olahraga sedikit demi sedikit, misalnya 10 menit per hari, meningkat menjadi 15 menit perhari, dan seterusnya.

MITOS: Olahraga selama kehamilan hanya perlu untuk melatih otot panggul, pinggul, dan punggung.

FAKTA: Kehamilan dan persalinan membutuhkan kebugaran seluruh tubuh Bunda. Karena itu, selain melatih otot panggul, pinggul, dan punggung, Bunda juga harus melatih  otot tangan dan kaki. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Georgia bahkan menyatakan bahwa sedikit latihan beban dengan intensitas ringan pun boleh dilakukan, asalkan kehamilan

Bunda sehat dan Bunda mendapat pengawasan selama latihan beban. Gunakan saja dumbbell dengan berat sekitar ½-2 kg, lalu lakukan beberapa gerakan angkat beban sederhana seperti biceps curls dan lateral raises sambil duduk di kursi. Yang perlu diingat adalah Bunda tidak boleh menahan nafas saat mengangkat beban, ya. Selain itu, kurangi berat dumbbell sedikit demi sedikit sejalan dengan makin bertambahnya usia kehamilan Bunda.

MITOS: Kalau Bunda sering tersengal-sengal saat berolahraga selama kehamilan, berarti Bunda tak boleh berolahraga sama sekali.

FAKTA: Nafas pendek memang sering dialami ibu hamil sebagai akibat meningkatnya hormon progesteron. Walaupun nafas ibu hamil menjadi lebih pendek, kapasitas paru-paru ibu hamil tak akan berubah dari sebelum kehamilan. Olahraga justru membantu mencegah janin kekurangan oksigen dan membantu memberikan asupan nutrisi lebih pada bayi.  

Ingin mulai aktif berolahraga selama kehamilan? Pelajari juga tips berolahraga aman dan sehat selama kehamilan, ya. Beberapa olahraga yang bisa Bunda coba selama kehamilan adalah yoga, senam hamil, dan berenang. Banyak pula olahraga lain yang bisa Bunda lakukan selama kehamilan, kok. Olahraga apa yang akan Bunda lakukan secara rutin selama kehamilan?  

Sumber: webmd.com/baby/features/exercise-during-pregnancy-myth-vs-fact?page=2 ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/ibu.hamil.angkat.beban/001/001/443/1/4 fitpregnancy.com/exercise/prenatal-workouts/weight-training-pregnancy health.usnews.com/health-news/blogs/eat-run/2012/10/29/myths-and-facts-exercising-while-pregnant

Go to Top