Apakah Bunda tengah berencana memasukkan si kecil ke lembaga PAUD dalam waktu dekat ini? Hendaknya, Bunda memasukkan si kecil ke lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) bukan karena ikut-ikutan tren, tapi karena Bunda telah benar-benar memahami apa itu PAUD dan fungsinya.
Maka dari itu, yuk kenali secara mendalam terlebih dahulu apa itu Pendidikan Anak Usia Dini! Apa Itu Pendidikan Anak Usia Dini? PAUD adalah program pendidikan non formal untuk anak usia 3-5 tahun. Rentang usia ini disebut juga masa prasekolah. Karena itu, jenis pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga PAUD bukanlah kurikulum yang baku. Kegiatan PAUD banyak berisi kegiatan bermain sambil belajar untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.
Dari tujuan PAUD tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi PAUD harus meliputi fungsi adaptasi, fungsi sosialisasi, fungsi pengembangan, dan fungsi bermain. Agar setiap anak mendapatkan pemenuhan hak pendidikan sejak dini, setiap kelurahan yang ada di Indonesia didorong untuk memiliki minimal satu PAUD.
Bentuk PAUD sendiri dapat berupa Kelompok Bermain (KB) atau sering disebut juga Play Group, Tempat Penitipan Anak, Taman Pendidikan Al Qur’an, dan PAUD yang tergabung dengan TK atau Posyandu. Kapan Si Kecil Bisa Masuk PAUD? Perlu tidaknya seorang anak dimasukkan ke PAUD sangat bervariasi, tergantung kesiapannya sendiri dan kondisi keluarganya ya, Bunda. Beberapa ciri di bawah ini bisa dijadikan acuan anak siap dimasukkan ke lembaga PAUD, tapi sifatnya tidak memaksa:
- Lulus toilet training
- Mampu berkomunikasi sesuai usianya
- Menunjukkan minat belajar
Jadi, usia tepat memasukkan anak ke lembaga PAUD bervariasi, sesuai indikasi di atas. Bunda tidak perlu terburu-buru dan memaksakan balita Bunda harus masuk sekolah PAUD dengan usia sama seperti teman-temannya. Di rumah, Bunda bisa terus menstimulasi kecerdasan si kecil sambil membantu menyiapkannya masuk lembaga PAUD dengan beberapa cara, antara lain:
- Seringlah mengajak si kecil mengobrol dan bernyanyi. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan kosakata, kemampuan berbahasa, dan kepercayaan dirinya.
- Ajak si kecil berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang sesering mungkin, mulai dari anggota keluarga, tetangga, rekan kerja Bunda atau Ayah, dan sanak saudara. Upaya ini dapat membantu si kecil belajar bersosialisasi dengan orang-orang baru, bersikap tenang dan ceria di hadapan orang lain.
Ajak si kecil berkegiatan sederhana yang menyenangkan seperti mewarnai dengan krayon atau menyusun balok warna-warni. Selain melatih kemampuan motorik halusnya, aktivitas ini juga bermanfaat melatih daya konsentrasi si kecil, lho. Wajibkah Anak Masuk PAUD? Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi, pakar perkembangan dan pendidikan anak, dengan pengasuhan dan stimulasi yang baik di rumah, balita justru bisa bermain dan belajar dengan lebih bebas dan tenang.
Ia menyayangkan orang tua yang yang hanya membiarkan anaknya menonton TV saja terus-menerus karena tidak tahu apa yang harus dilakukan atau karena malas. Menurutnya, jika kondisinya memang seperti itu, maka lebih baik anak dimasukkan ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Beberapa kondisi yang juga membuat anak lebih baik dimasukkan ke sekolah PAUD antara lain:
- Orang tua tidak punya waktu untuk menstimulasi, misalnya Ayah dan Bunda sama-sama bekerja.
- Tidak ada yang bisa memastikan keamanan anak di rumah. Misalnya, karena yang menjaganya di rumah adalah pengasuh yang belum sepenuhnya dapat dipercaya atau kakek-neneknya yang sudah terlalu tua.
- Tidak ada yang paham tentang pola pengasuhan yang tepat untuk anak.
- Tidak ada yang mengerti apakah anak berkembang secara normal atau mengalami gangguan.
Nah, jika Bunda dan Ayah mengalami hal di atas atau si kecil sudah nampak siap untuk sekolah pertamanya, berikut ini tips memilih lembaga PAUD yang tepatnya:
- Sekolah tidak terlalu jauh dari rumah, maksimal berjarak 30 menit dengan kendaraan.
- Pilih sekolah yang sesuai dengan karakter anak. Jika si kecil aktif, pilihlah sekolah yang dilengkapi halaman luas dan kegiatan yang variatif. Jika si kecil pemalu, pilih sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit dan dengan guru yang memiliki perhatian lebih pada setiap anak didiknya.
- Pilih sekolah yang membuat anak senang, bukan menuntut anak menguasai kurikulum tertentu.
Bagi Ayah dan Bunda yang merasa perlu memasukkan si kecil ke lembaga PAUD, penting untuk rutin memastikan apakah si kecil menikmati sekolahnya atau tidak. Ingatlah kembali bahwa tujuan sekolah di usia dini bukanlah untuk menyiapkan anak masuk SD, melainkan untuk memberikan stimulasi yang tepat sesuai usianya. Jika Ayah atau Bunda mengetahui si kecil mengalami kesulitan atau masalah belajar di sekolahnya, jangan pernah memarahinya, ya.
Selalu berikan dukungan untuknya agar ia mau mengejar ketertinggalannya. Ayah dan Bunda harus sepakat bahwa memasukkan anak ke lembaga PAUD bukan berarti tanggung jawab mendidik dan membimbing anak di rumah telah selesai. Lembaga PAUD hanya alternatif sarana pendidikan anak usia dini. Tempat pendidikan anak usia dini yang paling utama adalah rumah dan keluarga. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Bunda.
Sumber: raisingchildren.net.au/articles/playgroups.html ayahbunda.co.id/balita-psikologi/haruskah-balita-masuk-playgroup3f vemale.com/relationship/ibu-bayi-dan-balita/50354-bunda-persiapkan-si-kecil-masuk-paud-yuk.html

