Bunda mungkin mengira nutrisi yang cukup dan seimbang serta faktor keturunan sangat penting bagi perkembangan otak bayi. Tapi, sebenarnya stimulasi bayi adalah bagian penting yang tidak boleh terlewat. Karena walaupun gen yang dimiliki seorang bayi memang merupakan 'desain' perkembangan otaknya, tapi lingkungan dan pengalamanlah yang mempengaruhi perkembangan otaknya, terutama pada 4 tahun pertama kehidupan bayi.
Banyak ahli yang menyatakan bahwa 4 tahun pertama bayi sebagai masa penting bagi perkembangan bayi, baik perkembangan fisik maupun perkembangan otaknya. Tapi, sebenarnya apa yang menyebabkan banyak dokter dan ahli mengeluarkan pernyataan ini? Berkat neuroscience, para ahli kini bisa mengidentifikasi pola-pola aktivitas otak yang diasosiasikan dengan aktivitas positif maupun negatif yang dilakukan bayi. Dengan kata lain, neuroscience membantu kita mempelajari bagaimana pengalaman bayi mempengaruhi perkembangan otaknya.
Pada akhirnya hal ini akan membantu kita memberikan stimulasi bayi yang tepat untuk mengembangkan otak si kecil dengan optimal, atau bahkan memperbaiki efek dari pengalaman negatif yang dialami seorang anak ketika bayi. Sejak dalam kandungan sampai umur 4 tahun, otak bayi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dalam masa ini, volume otak anak terus bertambah. Hal ini dapat dilihat dari ukuran lingkar kepalanya yang terus membesar.
Bayi baru lahir, pada umumnya memiliki ukuran lingkar kepala 30-37 cm. Ukuran ini akan terus bertambah 2 cm setiap bulannya pada usia 0-3 bulan. Sedangkan pada usia 4-6 bulan, ukuran lingkar kepalanya bertambah 1 cm setiap bulan, dan pada usia hingga 12 bulan, akan bertambah 0,5 cm setiap bulannya. Hingga usia 5 tahun, ukuran lingkar kepala bayi bisa mencapai 50 cm.
Pada 4 tahun pertama, anak mulai belajar mengenal angka, bahasa, simbol, keteramplian bersosialisasi, merespon, mendengar, melihat, hingga pengendalian emosi. Perkembangan otak dengan seluruh kemampuan tersebut akan mencapai titik maksimalnya saat anak berusia 4 tahun. Karena itu, luangkanlah waktu untuk memberikan stimulasi bayi yang cukup untuk si kecil pada 4 tahun pertamanya. Stimulasi yang diberikan tidak perlu rumit, kok. Stimulasi yang sederhana tapi efektif di antaranya adalah mengajak si kecil berbicara, melakukan kontak mata dengan dirinya, menyanyikan lagu atau memutarkan musik untuk si kecil.
Stimulasi juga bisa diberikan melalui berbagai aktivitas, misalnya bermain bersama, saat memijat dan memandikan si kecil, bahkan saat menyusui. Sederhana, tapi manfaatnya besar! Sudahkah Bunda memberikan stimulasi untuk si kecil? Salah satu bentuk stimulasi yang bisa Bunda berikan pada si kecil adalah dalam bentuk Zwitsal Baby Spa. Langkah-langkah sederhananya bisa Bunda pelajari. Stimulasi untuk si kecil pun bisa Bunda berikan dengan cara yang menyenangkan!
Sumber: http://www.urbanchildinstitute.org/why-0-3/baby-and-brain Pembahasan Lengkap Zwitsal Baby Spa

