Mempersiapkan si Kecil Masuk Pra Sekolah

30 July 2017

Saat si kecil memasuki usia 3 tahun, mungkin bunda dan ayah dapat mulai mempertimbangkan untuk mengenalkannya pada Pra-Sekolah. Pra-Sekolah atau yang biasa dikenal dengan Playgroup, memiliki banyak keuntungan bagi si kecil. Saat si kecil masuk Pra-Sekolah, ia akan mulai berinteraksi dengan kelompok-kelompok bermain.

Dalam interaksi itu, ia akan belajar berbagai pelajaran hidup dasar seperti berbagi, bergiliran dan mematuhi aturan. Pra-Sekolah juga membantu si kecil mempersiapkan dirinya untuk masuk Taman Kanak-Kanak dan pendidikan selanjutnya. Namun tentu saja, masuk Pra-Sekolah artinya bunda-ayah serta si kecil akan mengalami berbagai perubahan emosi.

Masuk Pra-Sekolah akan menjadi pengalaman baru baik bagi si kecil maupun orang tua! Si kecil akan memasuki suatu lingkungan baru dengan guru dan teman-teman yang masih asing. Hal ini dapat membangkitkan perasaan gelisah dan antisipasi berlebihan. Bunda dan ayah juga yang tadinya merasa siap kemudian akan mengalami perasaan ragu apakah si kecil sudah siap untuk mulai bersekolah.

Yang harus dilakukan bunda dan ayah adalah membuat keputusan yang mantap dan mempersiapkan pengaturan yang nyaman tentang rencana ini. Bunda dan ayah bisa membuat rencana B bila rencana A belum berhasil. Tidak perlu merasa khawatir dan takut secara berlebihan. Percaya deh, kalau bunda dan ayah lebih bersikap tenang dan santai, si kecil juga pasti akan lebih siap menghadapi lingkungan barunya! Sebelum mulai sekolah

  • Ada baiknya bunda dan ayah selalu membahas tentang sekolah bersama si kecil. Bahkan jauh sebelum sekolah dimulai. Hubungkan segala sesuatu yang ia biasa lakukan di rumah dengan kegiatan di sekolah. Misalnya: saat si kecil sedang menggambar dengan bunda, beritahu kalau ia juga bisa menggambar dengan krayon yang sama di sekolah.
  • Kalau memungkinkan, boleh juga mengajak si kecil mengunjungi sekolahnya dan biarkan ia bereksplorasi di setiap ruangan. Biarkan juga ia berinteraksi dengan anak lain. Kalau tidak mau, tidak perlu dipaksa. Biarkan ia merasa terbiasa berada di dalam kelas dan menciptakan suasana nyaman bagi dirinya sendiri.
  • Tanyakan juga pada guru yang akan mengajar si kecil tentang kegiatan dan rutinitas apa yang biasa dilakukan di sekolah, lalu di rumah, bunda bisa mengajak si kecil mempraktekan kegiatan dan rutinitas itu.
  • Tanyakan pada si guru tentang minggu pertama sekolah. Apa yang akan dilakukan agar minggu pertama si kecil dapat berjalan lancar? Bagaimana kalau si kecil menangis terus?
  • Dukung si kecil dan tidak perlu terlalu ambisius karena perasaan ini hanya akan membuat si kecil bertambah gelisah. Yakin saja bahwa si kecil akan merasa senang dan aman di sekolah. Apabila bunda dan ayah percaya diri, si kecil juga akan ikut percaya diri!

  Hari Pertama Sekolah

  • Saat masuk ke kelas pertama kali, ajak si kecil berkenalan lagi dengan gurunya. Lalu biarkan sang guru membangun sebuah hubungan dengan si kecil. Saat si kecil melihat dukungan bunda terhadap gurunya, si kecil tentu akan merasa senang dan lebih mudah menaruh rasa percaya pada si guru.
  • Apabila si kecil rewel dan menolak untuk bergabung bersama anak-anak lain di kelas, tidak perlu merasa sedih atau marah. Ingat, apabila bunda sedih atau marah, si kecil juga akan ikut sedih dan marah.
  • Apabila bunda harus keluar dari kelas, lakukan perpisahan dengan cepat dan benar. Pamit lah dengan si kecil secara menyenangkan, tidak bertele-tele dan jangan pergi secara diam-diam. Cara seperti ini hanya akan membuat si kecil merasa ditinggalkan dan akhirnya akan membuatnya merasa bahwa sekolah adalah tempat yang tidak asyik!
  • Pamit secara menyenangkan dan tidak bertele-tele: bercanda atau bahkan bisa juga membaca buku cerita pendek bersama-sama sebelum berpisah. Kadang-kadang memberikan foto si kecil bersama bunda dan ayah atau boneka bisa membantu menjadi barang ‘transisi’ yang dapat membantu si kecil untuk merasa nyaman. Selalu ingat: anak-anak akan baik-baik saja setelah bunda dan ayah meninggalkannya di sekolah.

Sumber: Kidshealth.org

Go to Top