Zwitsal | Memonitor Perkembangan Bayi Tanpa Rasa Cemas

30 July 2017

“Kok anakku belum bisa duduk sendiri, ya? Padahal anak kakakku yang lebih muda 1 bulan dari anakku sudah bisa duduk sendiri?”

“Anakku sudah umur 14 bulan tapi masih belum bisa jalan. Normal nggak, ya?”

Pertanyaan seperti di atas atau sejenisnya mungkin jadi pertanyaan Bunda. Sebagai orang tua, Bunda pasti menginginkan si kecil tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangan bayi

secara normal. Tapi, kalau si kecil agak ‘terlambat’ dibandingkan bayi

yang lain, apakah Bunda perlu khawatir?

Pada dasarnya, tahap perkembangan bayi yang sering Bunda baca di buku atau internet adalah panduan bagi Bunda untuk memonitor perkembangan si kecil. Tapi, bukan berarti panduan tersebut adalah acuan baku untuk perkembangan bayi Bunda. Ada beberapa faktor yang perlu Bunda perhatikan saat memonitor perkembangan si kecil, yaitu:

  1. Keadaan Bayi Bunda Bayi yang terlahir prematur atau mengalami komplikasi saat proses persalinan umumnya tidak akan mengikuti tahap perkembangan yang sama dengan bayi lain yang terlahir normal. Dokter anak biasanya menyarankan Bunda untuk menjadikan tanggal kelahiran sesuai due date sebagai patokan dalam memonitor tahap perkembangan si kecil.
  2. Kepribadian Bayi Bunda Bila si kecil masih belum bisa berjalan walaupun sudah berusia 12-14 bulan, hal ini tidak selalu berarti ia mengalami masalah tumbuh kembang. Bisa jadi ia memang lebih suka merangkak. Stimulasi yang cukup pun diperlukan untuk membuat ia tertarik untuk berjalan.

Lalu, kapan Bunda perlu merasa waspada akan adanya masalah tumbuh kembang? Berikut ini adalah acuan

tahap perkembangan bayi

untuk kemampuan yang paling sering dikhawatirkan Bunda:

  1. Kemampuan Bicara Umumnya bayi sudah mulai mengucapkan beberapa kata sederhana seperti ‘mama’ atau ‘papa’ pada usia 10-11 bulan. Kalau ia masih belum mengucapkan kata apapun tapi sudah bisa berkomunikasi dan mengungkapkan keinginannya dengan cara yang bisa dimengerti, Bunda tidak perlu khawatir. Tapi bila ia sudah berumur sekitar 20 bulan tapi belum mengucapkan sepatah kata pun, konsultasi dengan dokter anak bisa jadi pilihan.
  2. Tumbuh Gigi Ada bayi yang sudah tumbuh gigi sejak lahir, tapi ada yang masih ompong walau sudah berumur 1 tahun. Masa pertumbuhan gigi pada bayi memang cukup luas. Tapi, selama gusi si kecil tampak sehat dan ia mendapatkan vitamin D yang cukup, Bunda tidak perlu khawatir. Konsultasikan ke dokter anak bila ia masih belum tumbuh gigi walau sudah berumur 18 bulan.
  3. Kemampuan Berjalan Sebenarnya yang harus Bunda perhatikan adalah kemampuan si kecil untuk mengontrol kakinya. Kalau ia sudah bisa mengatur gerakan tubuhnya untuk menopang tubuhnya di kedua kakinya, berarti hanya masalah waktu dan stimulasi sampai ia bisa berjalan. Tapi, kalau si kecil tampak belum bisa mengontrol kakinya sama sekali, Bunda perlu berkonsultasi ke dokter anak. Tiap bayi tumbuh dan berkembang dengan kecepatannya sendiri. Jadi, Bunda tidak perlu membandingkan si kecil dengan anak lainnya. Bila Bunda merasa ragu dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak Bunda, konsultasi dengan dokter anak adalah solusi yang terbaik.

Sumber:

http://www.education.com/magazine/article/baby-developmental-milestones/

http://www.babble.com/baby/baby-developmental-milestones-delay/baby-developmental-milestones-delay-1/

Go to Top