Menurut neuroscience, indera penciuman bayi saat lahir telah cukup berkembang untuk mengenali bau di sekitarnya. Saat Inisiasi Menyusui Dini, bayi sudah bisa mengenali bau cairan ketuban yang masih tersisa di badannya dan menyadari bahwa aroma payudara ibunya memiliki bau yang sama. Kemampuan penciuman yang sudah berkembang inilah yang membantu bayi untuk bergerak ke arah payudara Bunda untuk mulai menyusu.
Kemampuan penciuman ini juga dimiliki oleh bayi yang terlahir prematur, karena kemampuan ini sudah mulai berkembang sejak akhir trimester pertama kehamilan. Karena itu, kemampuan penciuman bayi ini juga memberikan manfaat pada bayi prematur yang harus dirawat di NICU selama beberapa waktu sebelum bisa berkumpul dengan ibunya.
Untuk membantu bayi prematur Bunda mengenali Bunda walaupun ia harus dirawat berhari-hari dalam inkubator, Bunda bisa menyelipkan saputangan atau kain bersih yang telah direbus agar steril di dalam pakaian yang sedang Bunda kenakan. Pastikan saputangan atau kain bersih tersebut bersentuhan langsung dengan kulit Bunda, ya.
Setelah itu, saputangan atau kain bersih itu bisa Bunda letakkan dalam inkubator si kecil. Tentu saja, Bunda harus meminta ijin pada dokter anak sebelum melakukan hal ini, ya. Selain itu, Bunda juga disarankan untuk tidak menggunakan parfum atau pewangi yang beraroma terlalu kuat.
Neuroscience menunjukkan bahwa aroma Bunda yang dikenali bayi akan terekam oleh otaknya. Menurut Kevin Franks dan Jeffry Isaacson dari Departemen Neuroscience Medical School of the University of California San Diego, penciuman merupakan salah satu cara bagi binatang dan manusia untuk membentuk ikatan dengan ibunya. Karena itulah, bayi yang mampu mengenali aroma ibunya akan merasa lebih tenang dan nyaman saat mencium aroma tersebut.
Selain manfaat bonding tersebut, kemampuan penciuman bayi juga bermanfaat untuk membantu lancarnya proses menyusui. Menurut Raimbault C et al di Acta Paediatr tahun 2007, bayi prematur yang mendapat stimulasi aroma ASI sebelum menyusui akan mengonsumsi lebih banyak ASI dibandingkan bayi prematur yang tidak mendapat stimulasi aroma ASI. Selain itu, masa perawatan di NICU pada bayi prematur yang mendapat stimulasi aroma ASI juga lebih singkat dibandingkan bayi prematur yang tidak mendapat stimulasi aroma ASI.
Begitu besar manfaat pengenalan aroma ASI dan Bunda pada si kecil yang prematur. Maka dari itu, lakukan stimulasi ini sedini mungkin demi kesehatan si kecil.
Sumber:
24weeksplus.com/index.php?doc=87
highwire.stanford.edu/cgi/medline/pmid;17407458
www.psychologytoday.com/articles/199809/fetal-psychology
bidanku.com/inisiasi-dini-sesaat-bayi-lahir

