Main Bersama Si Balita

30 July 2017

Mulai usia 2 tahun, rasa ingin tahu si kecil akan semakin berkembang. Ia akan senang mengamati fungsi dan memperhatikan cara kerja setiap benda. Coba bunda perhatikan, di usia ini si kecil senang mengutak-utik apa saja yang ia lihat. Hal-hal yang menarik perhatian si kecil biasanya bukan mainan, tapi benda-benda yang ada di sekeliling rumah.

Yang pasti, keingintahuannya ini dapat memicu perkembangan otaknya serta mendorong perkembangan motorik dan otot-ototnya. Jadi, pastikan untuk selalu mendampingi si kecil bila si kecil mulai terlihat asyik mengutak-utik. Tetap awasi serta amankan dirinya dan jauhi barang-barang yang dapat membahayakannya. Saat ia sudah mulai paham fungsi dan cara kerja suatu benda, si kecil akan makin asyik melakukan kegiatannya.

Si kecil akan mulai menyukai permainan ‘berpura-pura’ seperti berbicara di telpon mainan, berbicara dan mengajak main bonekanya, sibuk mengeluarkan suara “tut tuuuut” saat memainkan kereta api mainan atau seru meniru suara mobil jalan sambil memainkan mobil-mobilannya. Lalu kira-kira mainan seperti apa yang cocok untuk si balita usia 2-3 tahun ini?

  • Mainan-mainan yang memiliki ragam bentuk, berwarna cerah dan berwarna-warni karena di usia ini penting untuk si kecil mulai mengenali perbedaan warna dan bentuk.
  • Bola. Lakukan permainan melempar, menangkap, memantulkan, menggulingkan bola. Permainan ini dapat mendorong perkembangan motorik kasar, koordinasi tangan dan mata dan ‘dexterity’
  • Mainan bentuk, seperti puzzle, mangkuk-mangkuk atau balok yang beragam ukuran untuk disusun-susun dan kotak berlubang yang memiliki lubang bentuk yang berbeda-beda. Mainan-mainan ini mendorong perkembangan koordinasi tangan-mata serta kemampuan untuk memecahkan masalah serta mencari solusi (problem-solving skill)
  • Mainan mekanik. Mainan ini biasanya mempunyai banyak tombol atau tuas yang dapat ditarik atau ditekan. Mainan-mainan jenis ini dapat mendorong perkembangan motorik halus, pemecahan masalah dan pengetahuan tentang sebab-akibat
  • Mainan “bermain peran” seperti dapur mainan, alat-alat dokter, peralatan tukang, mobil-mobilan. Jenis mainan-mainan ini dapat membantu si kecil mempelajari dan meniru cara kerja dunia orang dewasa.
  • Yang terpenting lagi, untuk mendukung perkembangannya, mainan itu tidak selalu harus berupa mainan, apalagi yang harganya mahal. Buat si kecil, mainan yang paling asyik biasanya bukan mainan dan semua hal di sekelilingnya adalah mainan. Barang-barang di sekeliling rumah, seperti kardus bekas, sendok kayu yang biasa digunakan bunda untuk memasak, semua bisa jadi mainan asyik juga buat si balita.

Selamat bersenang-senang bersama si kecil! Sumber: kidshealth.org

Go to Top