Menyusui merupakan bagian penting dari cara merawat bayi baru lahir. Kampanye mengenai manfaat ASI bagi tumbuh kembang bayi hingga dewasa telah semakin meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai pentingnya ASI. Bunda pun akan merasa sangat bangga bila berhasil memberikan ASI Eksklusif pada si kecil, apalagi bila Bunda sukses menyusui si kecil hingga ia berusia 2 tahun.
Tapi sayangnya, tidak sedikit pula ibu yang tidak bisa menyusui anaknya. Sekitar 1-5% ibu tidak bisa memproduksi ASI yang cukup walaupun ia sehat secara fisik dan emosional. Banyak pula ibu lain yang tidak bisa menyusui karena berbagai alasan lainnya, di antaranya:
1. Mengalami Insufficient Glandular Tissue (IGD), yaitu kondisi di mana payudara tidak memiliki kelenjar yang cukup untuk memproduksi ASI untuk bayi. Salah satu gejala kondisi ini adalah payudara yang tak bertambah besar selama kehamilan.
2. Mengidap penyakit tertentu yang membuat Bunda tak bisa menyusui, misalnya sakit jantung, anemia yang parah, atau HIV. Pada kasus seperti ini, Bunda tak boleh menyusui bayi demi kesehatannya, karena beberapa penyakit disebabkan oleh virus yang bisa berpindah ke bayi melalui ASI.
3. Telah menjalani operasi pengangkatan atau pengecilan payudara. Operasi seperti ini bisa menurunkan produksi ASI, karena jaringan payudara yang diangkat mengandung kelenjar susu yang memproduksi ASI. Operasi pembesaran payudara pun dapat memiliki risiko yang sama.
4. Sedang menjalani perawatan atau terapi yang mengharuskan Bunda untuk menjalani radiasi dalam bentuk apapun. Beberapa jenis obat untuk penyakit tertentu juga bisa berpindah ke bayi melalui ASI.
5. Sedang mengalami infeksi aktif yang tidak ditangani, misalnya tuberculosis. Menyusui proses alami yang dilakukan seorang ibu saat merawat bayi baru lahir. Namun, prosesnya tidak bisa dianggap enteng, karena ada banyak faktor yang berperan penting pada suksesnya proses menyusui.
Kesehatan fisik dan emosional Bunda, posisi menyusui, bahkan support dari orang-orang terdekat pun bisa mendukung atau bahkan menggagalkan proses menyusui. Lantas, bagaimana bila Bunda sendiri harus mengambil keputusan berat untuk tidak menyusui si kecil karena salah satu alasan di atas? Bunda tidak perlu berkecil hati, ya.
Bunda masih bisa merawat bayi baru lahir dan memberikan ASI kepadanya dengan cara lain, misalnya melalui donor ASI. Ingat, tidak menyusui si kecil bukan berarti Bunda adalah ibu yang tidak baik. Sumber: whattoexpect.com articles.chicagotribune.com parenting.com

