Kulit Sebagai Pelindung Alami

30 July 2017

Kulit memiliki fungsi utama sebagai pelindung alami tubuh manusia, seperti dinding bata pada rumah: Menjaga bagian penting yang ada di dalam serta menahan pengaruh buruk dari luar. Namun pada kulit bayi, fungsi proteksi belum dapat bekerja secara sempurna, sehingga bayi lebih mudah terinfeksi oleh bakteri, jamur atau virus. Hal ini disebabkan oleh kulit bayi yang lebih tipis daripada kulit dewasa.

Selain itu produksi melanin, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari bahaya sinar ultra violet, pada kulit bayi juga masih sangat rendah. Secara alami, kulit bayi dapat menjaga kelembapannya sendiri, lebih banyak menyerap air dan lebih cepat membuang kelebihan air. Meski begitu, tetap dibutuhkan perawatan yang sesuai, agar kelembapan alaminya tetap terjaga, terhindar dari pengeringan dan pengaruh buruk eksternal.

Unsur eksternal yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit bayi antara lain adalah: Radikal bebas, sinar ultra violet, asap polusi atau debu. Sedangkan unsur internal antara lain adalah: Perkembangan yang belum sempurna dan stress. Banyak orang tua belum merawat kulit bayinya secara maksimal. Perawatan baru dilakukan bila terjadi luka atau rusak. Padahal perlindungan kesehatan kulit, terutama pada bayi, sangatlah penting.

Oleh karena itu, jagalah kulit buah hati Anda agar selalu dalam kondisi baik sehingga fungsi perlindungan alaminya dapat bekerja semaksimal mungkin.

Go to Top