Bingung mencari jenis permainan ayah dan anak yang seru dan hemat biaya? Saatnya mencoba permainan tradisional! Permainan tradisional yang seru dan aktif juga dapat mengakrabkan hubungan anak dan ayah. Permainan tradisional juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang si kecil. Di antaranya adalah merangsang anak aktif bergerak yang bermanfaat bagi perkembangan fisiknya.
Selain itu, permainan tradisional juga dapat mengasah kecerdasan sosial dan emosional anak karena saat bermain si kecil akan belajar bertoleransi dan membangun sportivitas. Berikut beberapa jenis permainan tradisional khas Indonesia yang bisa Ayah mainkan bersama si kecil di akhir pekan mendatang. Petak Umpet
- Lakukan suwit. Siapa yang kalah menjadi Pencari. Pencari harus menutup mata sambil menghadap tembok yang berfungsi sebagai “benteng” lalu menghitung satu sampai sepuluh. Sementara itu, yang menang segera bersembunyi.
- Pada hitungan ke-10, Pencari membuka mata dan mencari yang bersembunyi. Jika berhasil menemukan, Pencari harus kembali ke “benteng” dan meneriakkan “hong!”
- Jika yang bersembunyi lebih dulu menyentuh “benteng”, ia juga harus meneriakkan “hong!”.
Dalam permainan ini, anak dapat belajar berhitung dan membuat strategi bersembunyi atau mencari kawan serta melatih motorik kasarnya. Egrang Batok
- Egrang batok dibuat dari sebuah batok kelapa yang dibelah dua lalu dilubangi bagian tengahnya dan dipasangi tali plastik sebagai pegangan.
- Untuk memainkannya, naik dan berpijaklah pada batok kelapa. Pegang tali, lalu melangkahlah seperti biasa.
- Ayah dan si kecil bisa balapan untuk mencapai garis finish yang sudah disepakati.
Egrang batok melatih keseimbangan tubuh, kelincahan, dan keberanian si kecil. Balap Karung
- Pemain masuk ke dalam karung dan tangannya menggenggam ujung karung agar tidak lepas.
- Ayah dan si kecil berdiri di garis start. Pada hitungan ketiga, pemain mulai berlomba mencapai garis finish dengan cara melompat dengan karungnya. Yang mencapai finish terlebih dahulu adalah pemenangnya.
Balap karung sebagai permainan ayah dan anak mengajarkan tentang kompetisi dan sportivitas. Main Layang-Layang
- Bawa layang-layang ke tanah lapang yang berangin. Ajari si kecil menerbangkan layang-layang dengan membawanya berlari melawan arah angin.
- Ketika layang-layang mulai terbang, ulur benang dan pertahankan posisinya. Bermain layang-layang bersifat menghibur dan melatih kreativitas anak.
Kenalkan permainan ayah dan anak di atas dengan cara yang santai dan menyenangkan. Jadilah teman baiknya saat bermain permainan tradisional dengan si kecil. Ia pasti akan minta bermain lagi dan lagi. Selamat bermain! Sumber: selfgrowth.com ayahbunda.co.id

