Apakah Bunda sudah familiar dengan istilah growth spurt? Growth spurt atau percepatan pertumbuhan merupakan salah satu fase penting yang terjadi dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selama masa growth spurt, si kecil akan mengalami penambahan berat badan, tinggi, serta lingkar kepala yang sangat cepat.
Lantas, kapan growth spurt terjadi pada bayi? Umumnya, growth spurt terjadi beberapa hari setelah si kecil lahir, yaitu hari ke-7 atau ke-10. Kemudian, fase ini terjadi lagi pada minggu ke-2, 3, 4, 6 dan berlanjut saat si kecil menginjak usia 3, 4, 6, dan 9 bulan. Bahkan, saat usianya menginjak 12 bulan, si kecil masih memungkinkan mengalami growth spurt.
Setiap periode growth spurt biasanya terjadi selama 2-3 hari, tapi ada juga yang berlangsung hingga 1 minggu. Bunda dapat mengenali si kecil yang tengah mengalami fase growth spurt dari beberapa ciri-ciri yang tampak. Ciri-ciri tersebut di antaranya:
- Intensitas si kecil menyusu jadi lebih sering. Yang biasanya 2 jam sekali, saat growth spurt si kecil sudah rewel minta disusui meski baru 1 jam.
- Lebih rewel. Rewelnya si kecil selain karena minta disusui, biasanya juga terjadi saat ia terjaga dari tidurnya. Ini bisa terjadi baik siang maupun malam.
- Pola tidur berubah. Si kecil jadi sering terbangun di tengah malam. Kemudian, saat pagi menjelang siang, ia tertidur dengan lelap.
Saat fase growth spurt, Bunda mungkin akan menjadi lebih lelah menghadapi perubahan pada si kecil tersebut. Tapi, dengan kesiapan yang baik, Bunda pasti dapat melewati fase normal pada pertumbuhan dan perkembangan pada bayi ini. Berikut ini tips yang perlu Bunda lakukan ketika si kecil tengah mengalami growth spurt:
- Susui si kecil kapanpun ia mau. Biarkan ia menyusu sebanyak dan selama apapun yang ia mau. Bunda tidak perlu khawatir apakah ASI Bunda akan mencukupi karena semakin sering disusukan, produksi ASI pun akan semakin banyak.
- Jaga asupan makan. Bunda perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan untuk membantu produksi ASI tetap lancar dan menjaga stamina Bunda.
- Bekerja sama dengan Ayah. Bunda bisa menyiapkan ASI perah untuk diberikan Ayah kepada si kecil saat Bunda memerlukan istirahat. Bagaimanapun, istirahat yang cukup juga memengaruhi produktivitas ASI.
- Gendong si kecil. Menggendong adalah cara yang paling mudah menenangkan si kecil saat ia rewel. Bunda juga dapat belajar menyusui si kecil sambil menggendongnya.
Selama masa growth spurt, Bunda harus selalu tenang dan percaya diri. Growth spurt bukanlah hal yang berbahaya meski si kecil akan tampak selalu lapar dan gelisah. Fase ini juga tidak akan menyebabkan masalah kesehatan seperti demam. Growth spurt justru merupakan kesempatan emas bagi Bunda untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta kedekatan Bunda dengannya. Yuk, dukung proses tumbuh kembang si kecil saat ia tengah memasuki fase growth spurt!
Sumber: babycentre.co.uk/a25012757/baby-growth-spurts whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/baby-growth-spurts.aspx todaysparent.com/baby/signs-your-baby-going-through-a-growth-spurt/ bidankita.com/growth-spurt-pada-bayi/ Diakses pada 30 September 2016

