Balita yang gemuk memang tampak menggemaskan. Tapi balita gemuk tidak selalu berarti balita sehat, lho. Kenyataannya, berat badan balita Bunda sebaiknya diperhatikan dengan baik, karena berat badan yang kurang bisa menandakan masalah kurang gizi, dan berat badan yang berlebih atau obesitas akan membuat balita Bunda menjadi kurang aktif.
Singkatnya, berat badan kurang atau berlebih akan berpengaruh pada perkembangan balita Bunda. Untuk menentukan sehat atau tidaknya berat badan balita Bunda, dokter anak biasanya menggunakan Body Mass Index (BMI). Bunda sudah bisa menghitung sehat atau tidaknya berat balita Bunda menggunakan BMI sejak dia berumur 2 tahun.
Faktor yang diperhitungkan di antaranya adalah umur, jenis kelamin, tinggi, dan berat balita Bunda. Hasilnya adalah sebuah persentil BMI yang menunjukkan berat badan balita Bunda dibandingkan balita lain dengan umur dan jenis kelamin yang sama. Misalnya, bila BMI balita Bunda berada dalam persentil 75, berarti dia lebih berat dibandingkan 75% balita lain yang berumur sama dengannya. Kategori berat badan balita berdasarkan persentil BMI adalah:
- Berat badan kurang: kurang dari persentil 5
- Berat badan sehat: antara persentil 5 sampai persentil 85
- Berat badan berlebih: antara persentil 85 sampai persentil 95
- Obesitas: lebih besar dari persentil 95
Bunda bisa mendapatkan kalkulator BMI dengan mudah secara online. Selain itu, Bunda juga bisa menanyakan kepada dokter anak Bunda apakah berat badan balita Bunda termasuk sehat untuk umur dan jenis kelaminnya. Sumber: http://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/weight/toddlers-overweight?page=1 Klik tombol tag untuk baca artikel yang berhubungan lainnya

