Sikap Bunda Ketika Menghadapi Rengekan si Kecil

30 July 2017

Article description: Ketegasan, ketenangan serta konsistensi Bunda ketika menghadapi rengekan si kecil sangatlah penting. Diharapkan agar sejak dini Bunda mulai mau melatih si kecil untuk mengendalikan emosi serta membuka ruang diskusi sebelum menyetujui atau menolak keinginan anak balita Bunda.


Usia balita merupakan usia di mana si kecil mulai memperlihatkan atau mengungkapkan semua keinginannya yang tidak sedikit dan terkadang disertai dengan emosi jika keinginannya tidak terpenuhi. Sikap ini memang wajar dimiliki oleh anak balita dikarenakan terkait dengan berkembangnya rasa ingin menjadi titik pusat perhatian dalam segala hal.


Di sinilah kesabaran, sikap tegas dan konsistensi Bunda harus tetap dipertahankan. Sejak dini, mulailah untuk melatih dan mengajarkan si kecil untuk dapat mengendalikan emosi ketika keinginannya tidak terpenuhi. Selain itu, Bunda juga harus mulai membuka ruang negosiasi atau mengajak si kecil untuk belajar berdiskusi sebelum memberikan keputusan untuk menyetujui atau menolak permintaannya. Meskipun usia si kecil masih balita, namun si kecil sudah dapat diajak berdiskusi atau diajak bicara mengenai pilihan akan sesuatu yang dia inginkan.


Memang dengan cara berdiskusi dan ketika Bunda memberikan alasan tidak sepenuhnya diterima oleh si kecil karena keinginannya tidak dapat dipenuhi, biasanya si Kecil menunjukkan rasa marah atau menangis. Dan, jika kondisi ini terjadi, jangan pernah ragu untuk menunjukkan sikap tegas, tenang dan konsisten walaupun di tempat umum, karena menunjukkan sikap tersebut dapat mencegah si kecil untuk merengek lagi di lain kesempatan. Seorang dokter anak, Laurel Schultz, MD, mengatakan bahwa anak balita yang merengek dengan nada tinggi hanya untuk alasan-alasan yang sangat sederhana dan rengekan yang sangat tinggi merupakan cara yang efektif karena secara naluriah Bunda akan cepat menanggapinya.


Dan, ini bukanlah sebuah strategi si kecil yang sengaja dilakukan, tapi merupakan kebiasaan yang dia pelajari ketika dia menginginkan sesuatu dan meminta dengan cara yang sopan namun Bunda tidak meresponnya karena sudah berkali-kali sehingga si kecil merengek dengan nada yang sangat tinggi. Jika anak balita masih kecil mungkin akan menangis dan mengamuk, namun jika si kecil sudah agak besar biasanya hanya merengek karena sudah dapat mengontrol emosinya. Jadi, untuk mencegah rengekan, berikan respon pertama ketika si kecil mulai meminta perhatian Bunda.


Jika Bunda sibuk tetap berikan respon dengan memberikan tanda pada si kecil untuk mau menunggu misalnya dengan menatap matanya hingga si kecil mengerti bahwa Bundanya akan bersamanya sebentar lagi. Namun, jika si kecil sudah merengek, sebelum menghadapinya terlebih dahulu Bunda tarik nafas dalam-dalam, tenangkan diri dan ingatkan diri Bunda bahwa si kecil merengek karena meminta bantuan bukan untuk membuat Bunda kesal. Apabila sikap Bunda selalu konsisten maka akan membuat si kecil lebih mudah mengatur hidupnya, lebih fleksibel dan tumbuh menjadi pribadi yang yang berperilaku baik serta dapat mengontrol emosinya.  

Sumber

female.kompas.com/read/2010/09/03/15345877/Menghadapi.Anak.Yang.Suka.Merengek female.kompas.com/read/2011/07/07/14065446/4.Cara.Hadapi.rengekan.Anak female.kompas.com/read/2013/02/04/10155713/Menyikapi.Anak.Balita.Yang.Banyak.Maunya

Go to Top