Tinggi badan sering menjadi perhatian besar orang tua dalam hal tumbuh kembang anak. Tinggi badan biasanya akan meningkat dengan pesat saat masa anak-anak hingga remaja. Setelah melewati masa itu, peningkatan tinggi badan akan berkurang lalu berhenti. Karena itu, penting bagi Bunda untuk mendukung masa pertumbuhan si kecil sebaik mungkin demi tinggi badan yang ideal.
Tapi, Bunda juga perlu mengetahui ragam faktor yang menunjang tinggi badan anak. Tinggi badan anak dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, faktor nutrisi, aktivitas olahraga, dan kualitas tidur juga memengaruhi tinggi badan anak.Faktor Genetik Tak Selalu Menentukan Faktor genetik atau faktor yang diwarisi dari orang tua merupakan faktor dasar penentu tinggi badan anak. Bila Bunda dan Ayah tergolong berpostur tinggi, si kecil akan cenderung memiliki postur tubuh yang tinggi pula. Namun, jika Bunda dan Ayah berperawakan pendek, bukan berarti si kecil tidak dapat memiliki postur yang tinggi, lho.
Setiap anak sebenarnya memiliki potensi untuk mencapai tinggi tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu. Terutama jika salah satu faktor lain yaitu faktor lingkungan mendukung. Faktor lingkungan meliputi kasih sayang, kecukupan ekonomi, dan imunisasi. Anak yang mendapatkan tiga faktor lingkungan tersebut akan cenderung jarang sakit, memiliki nafsu makan yang baik, dan tercukupi kebutuhan gizinya sehingga pertumbuhan fisiknya pun dapat berjalan lebih optimal. Mengoptimalkan Faktor Pendukung Selain faktor genetik dan lingkungan, nutrisi merupakan hal penting selanjutnya yang memengaruhi tinggi badan si kecil.
Untuk mengoptimalkan pertumbuhannya, Bunda dan Ayah perlu mencukupi kebutuhan gizi yang penting bagi tumbuh kembang anak, bahkan sejak ia masih dalam kandungan. Zat gizi penting tersebut termasuk protein, lemak, vitamin A dan D, zat besi, seng, dan kalsium. Saat memasuki masa pertumbuhan si kecil, Bunda harus pintar mengatur dan mengombinasikan makanan yang disantapnya agar kebutuhan nutrisinya yang beragam tersebut dapat terpenuhi. Selanjutnya, olahraga adalah faktor yang tidak boleh disepelekan.
Olahraga seperti berenang, basket, dan badminton dapat membantu meregangkan otot kaki dan tulang belakang sehingga si kecil dapat mencapai tinggi badan yang optimal. Beberapa metode latihan seperti lompat tali juga baik untuk membentuk postur dan menambah tinggi badan anak. Selain itu, istirahat yang cukup juga penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, pastikan si kecil tidur minimal 8 jam setiap malam. Kebiasaan tidur yang baik harus tetap dipertahankan hingga si kecil melewati masa pubertas agar ia dapat mencapai tinggi badan yang optimal.
Pada anak usia 4-10 tahun, pertambahan tinggi badan biasanya berlangsung 3-4 cm per tahunnya. Ini adalah hal yang normal ya, Bunda. Yang terpenting, Ayah dan Bunda selalu mengupayakan dukungan terhadap semua faktor yang disebutkan di atas. Jika semua upaya telah dilakukan, Bunda dan Ayah tidak perlu merasa cemas lagi dengan tinggi badan si kecil, ya.
Sumber: yellowpages.ca/tips/how-tall-is-your-child-going-to-be/ livestrong.com/article/28641-tips-grow-tall/ ayahbunda.co.id/balita-gizi-kesehatan/faktor-penentu-tinggi-badan-anak Diakses pada 24 September 2016

