Saat menggendong si kecil, sudahkah Ayah mewaspadai apa yang disebut Shaken Baby Syndrome? Shaken Baby Syndrome (SBS) adalah trauma pada kepala bayi yang berusia di bawah 2 tahun akibat guncangan yang kuat. SBS dapat menyebabkan cidera pada tengkorak, otak, dan sum-sum tulang belakang si kecil.
Umumnya, SBS terjadi karena ketidaktahuan orang tua tentang cara menggendong bayi yang benar, misalnya Ayah yang menggendong terlalu gemas. Di Amerika Serikat, SBS menjadi penyebab utama kematian bayi yang berhubungan dengan kekerasan. Karena itu, penting untuk menggendong bayi dengan tenang dan aman demi keselamatannya. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Ayah lakukan untuk menjauhkan bahaya SBS dari si kecil:
- Tetaplah tenang saat menggendong si kecil. Hindari membuat gerakan tiba-tiba, mengayun terlalu kencang, atau mengangkat si kecil terlalu tinggi. Sesenang atau segemas apapun Ayah dengan kelucuan si kecil, tetaplah menggendongnya dengan tenang dan lembut, ya.
- Hindari menggendong si kecil ketika Ayah sedang marah. Sebaiknya, redakan emosi Ayah terlebih dahulu, misalnya dengan pergi ke ruangan lain selama 5 atau 10 menit.
- Jangan ragu cari bantuan. Misalnya, ketika si kecil terus menangis saat digendong Ayah, jangan terus menerus mengayunnya. Mungkin ia lapar dan ingin menyusu, maka segera berikan si kecil pada Bunda.
- Berhenti ketika lelah dan mengantuk. Ayah juga butuh istirahat. Jangan sampai memaksakan diri dan membahayakan si kecil. Buatlah jadwal tidur bergantian dengan Bunda saat menjaga si kecil di malam hari.
- Awasi siapa pun yang menggendong si kecil. Berikan pengertian tentang bahaya SBS pada pengasuh, kakek-nenek si kecil, ataupun tamu yang berkunjung. Jika cara menggendong bayi yang mereka lakukan masih keliru, segera berikan contoh yang benar.
Ayah juga perlu memahami tanda-tanda bayi yang mengalami SBS. Umumnya, bayi yang mengalami SBS ditandai dengan muntah, kejang-kejang, bahkan tidak sadarkan diri karena adanya pendarahan pada otak. Gejala lain dapat berupa menangis histeris, sulit bernapas, kulit menjadi pucat, dan tampak ada pendarahan pada retina mata. Jika Ayah mendapati tanda-tanda tersebut pada si kecil, segera bawa ia ke dokter di rumah sakit terdekat untuk meminta dilakukan pemeriksaan otak (CT-scan dan MRT). Dengan pemeriksaan tersebut, akan didapat diagnosa yang akurat apakah si kecil mengalami SBS atau tidak.
Bayi yang mengalami SBS parah, selain dapat meninggal dunia juga dapat menderita kebutaan, keterbelakangan mental, dan cacat fisik. Karena itu, selalu ingatlah cara menggendong bayi yang benar dan langkah pencegahan SBS di atas, ya. Sumber: ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/awas-salah-gendong-bisa-menimbulkan-shaken-baby-syndrome kidshealth.org.nz/shaken-baby-syndrome parents.com/baby/care/shaken-baby-syndrome/prevent-shaken-baby-syndrome/ Diakses pada 6 September 2016

