Yang namanya mitos memang bisa ditemui dalam berbagai hal. Dalam hal kehamilan atau perawatan bayi pun ada mitos yang bisa disalahartikan. Begitu juga dalam hal perawatan rambut bayi, di mana Bunda bisa menemukan banyak mitos yang dianggap berhubungan dengan rambut bayi hitam dan lebat. Yuk, kita cari tahu mitos dan fakta seputar rambut bayi hitam!
- Rambut bayi hitam dan lebat bisa didapat dengan mencukur rambut bayi. MITOS. Mitos ini bisa dibilang mitos yang paling banyak diketahui orang. Padahal, kenyataannya mencukur rambut bayi bukanlah jaminan untuk mendapatkan rambut bayi hitam dan lebat. Yang menentukan hitam dan lebatnya rambut bayi adalah faktor genetis. Kalau bayi tidak memiliki gen rambut yang tebal, rambutnya tak akan tumbuh lebat dan hitam walaupun sudah dicukur habis.
- Agar rambut bayi cepat tumbuh, bayi harus sering dikeramas. MITOS. Rambut bayi, terutama bayi yang baru lahir, tidak perlu dikeramas setiap hari. Keramas 2-3 kali per minggu sudah cukup untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut bayi. Terlalu sering keramas justru membuat rambut dan kulit kepala bayi menjadi kering. Masalah cradle cap (sisik kepala) yang mungkin dialami bayi pun justru akan menjadi semakin parah kalau Bunda terlalu sering mengeramasi rambutnya.
- Agar rambut bayi lebat, Bunda harus banyak mengkonsumsi kacang hijau selama kehamilan. MITOS. Penentu tebal tipis rambut bayi adalah faktor genetis yang diturunkan. Jadi, konsumsi kacang hijau selama kehamilan bukanlah jaminan untuk rambut bayi hitam dan lebat. Tapi, tak ada salahnya mengkonsumsi banyak kacang hijau selama kehamilan karena Nutrisi yang terkandung dalam kacang hijau tentu bermanfaat positif bagi kehamilan Bunda.
- Banyak makan sambal selama kehamilan akan membuat bayi menjadi botak. MITOS. Sekali lagi, tebal tipisnya rambut bayi ditentukan oleh faktor genetis. Jadi, kalau Bunda mau makan sambal atau makanan yang sedikit pedas boleh saja. Tapi, jaga agar tidak terlalu banyak dan tidak terlalu pedas untuk menghindari diare dan iritasi saluran cerna, ya.
- Kalau Bunda sering mengalami rasa panas di dada selama kehamilan (heartburn), bayi akan terlahir dengan rambut yang lebat. FAKTA. Percaya atau tidak, ternyata ada hubungan antara heartburn yang Bunda alami selama kehamilan dengan lebatnya rambut bayi. Penelitian yang dilakukan oleh Johns Hopkins University menyatakan bahwa 82% ibu hamil yang mengalami heartburn selama kehamilan melahirkan bayi berambut tebal. Hal ini disebabkan oleh hormon yang menyebabkan heartburn juga punya peran dalam pertumbuhan rambut bayi.
Sudah tahu faktanya, kan? Rambut bayi yang baru lahir belum tentu tidak akan berubah hingga ia dewasa, kok. Jaga saja kesehatan dan kecantikan rambut si kecil dengan produk Zwitsal yang menggunakan bahan-bahan alami yang aman untuk bayi, sehingga kesehatan rambut dan kulit kepalanya terus terjaga hingga ia dewasa.
Sumber: ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/mitos.seputar.rambut.bayi/001/001/1370/1/4 ibudanmama.com/kehamilan/ensiklopedia-kehamilan/7-mitos-dan-fakta-kehamilan/ parenting.co.id/article/hamil/jangan.terjebak.mitos.kehamilan/001/001/78 parents.com/baby/care/american-baby-how-tos/deal-with-cradle-cap/ id.berita.yahoo.com/10-mitos-kehamilan-terkait-makanan-055245536.html

