Demam adalah salah satu penyakit yang cepat atau lambat akan dialami si kecil. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari tumbuh gigi sampai penyakit yang lebih serius. Bagaimana cara membedakan demam biasa dengan demam yang perlu diwaspadai?
Selain suhu tubuh si kecil yang bisa dicek dengan termometer, Bunda juga harus memperhatikan perilaku dan aktivitas si kecil yang sedang demam. Bila si kecil tetap beraktivitas seperti biasa walaupun sedang demam tinggi, kemungkinan besar demam yang dia alami tidak berbahaya. Bunda hanya perlu memperhatikan asupan cairan si kecil agar dia tidak mengalami dehidrasi. Bunda juga tidak perlu memakaikan baju yang terlalu tebal ketika dia tidur. Bunda juga bisa mencoba menurunkan demamnya dengan memandikan si kecil dengan air suam-suam kuku (tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas).
Tapi ada beberapa hal yang menjadi tanda bahwa Bunda perlu membawa si kecil ke dokter anak, yaitu:
- Demam lebih dari 38°C bila dia belum berumur 3 bulan, lebih dari 38.3°C bila dia berumur 3-6 bulan, lebih dari 39.5°C bila dia berumur 6-12 bulan, atau lebih dari 40°C untuk umur berapapun
- Demam disertai gejala kehilangan nafsu makan, batuk, sakit telinga, mengantuk terus menerus, atau muntah dan diare
- Demam berlangsung terus menerus selama lebih dari 24 jam
- Pucat atau justru kemerahan
- Mengalami ruam yang penyebabnya tidak diketahui. Bintik kecil berwarna ungu atau kemerahan yang tidak berubah menjadi putih atau lebih pucat bila ditekan bisa menandakan infeksi bakteri yang serius
- Sulit bernafas atau bernafas lebih cepat dari biasanya
- Mengalami gejala dehidrasi seperti frekuensi buang air kecil menurun, menangis tanpa keluar air mata, dan mulut kering
- Demam memicu kejang
Sumber:
http://www.balita-anda.com/kesehatan-anakbalita/891-tips-mengatasi-demam-pada-si-kecil.html
http://female.kompas.com/read/2012/01/26/08445536/Bila.Si.Kecil.Kejang.Demam

