Bagaimana Memilih Dokter Anak?
Biasanya sebelum si calon bayi lahir, bunda dan ayah lebih terpaku melakukan hunting dan mencari tahu rumah sakit bersalin atau dokter bersalin yang terbaik. Padahal penting juga lho mencari dokter anak yang sesuai untuk si kecil dan cocok juga bagi kedua orang tua.
Apakah harus dokter anak yang populer? Atau dokter anak yang senior? Kebutuhan dan prinsip setiap keluarga bisa berbeda-beda. Bisa saja dokter anak yang populer cocok bagi keluarga A tapi keluarga R lebih memilih dokter anak yang senior. Banyak juga yang ‘pasrah’ dengan dokter anak yang pada saat persalinan membantu di ruang persalinan sehingga dianggap dokter pertama yang paling tahu tentang si anak sejak lahir, padahal bunda dan ayah belum tentu merasa sreg.
Jadi sebaiknya harus mencari dokter anak yang bagaimana? Cermati panduan berikut ini:
Mendukung ASI Ekslusif
Dokter anak yang baik seharusnya pro ASI dan mendukung komitmen menyusui eksklusif (6 bulan).
Kemudahan Akses
Dekat dari rumah atau lebih dekat dari kantor bunda? Jam praktiknya pagi atau siang? Cocok kah jarak dan jadwal praktiknya dengan mobilitas bunda? Ingat, dalam satu tahun ada jadwal rutin untuk kontrol yang mengharuskan bunda bolak balik ke dokter anak. Perhitungkan juga kalau si kecil sakit mendadak dan harus segera ketemu si dokter.
Rasional Memberi Obat
Sedikit-sedikit meresepkan obat di setiap keluhan sakit, bahkan saat diagnosanya flu, memberi antibiotik pula! Hati-hati lho bunda dengan dokter yang memiliki kecenderungan seperti ini karena tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik untuk jadi sehat kembali. Kelebihan antibiotik juga dapat menyebabkan tubuh menjadi resistan pada obat dan bisa membahayakan kesehatan. Di sini, bunda dan ayah harus bersikap kritis dan berani bertanya setiap kali mendapat resep obat. Kalau perlu tunda menebus resep dan mencari opini dari dokter lain.
Sesuai Jaman
Dokter anak yang baik adalah dokter yang selalu memperbaharui ilmu dan wawasannya. Jaman berubah cepat, jadi walaupun dokter anak tingkatan senior tapi tidak harus selalu terpaku metode lama yang sebenarnya tidak efektif untuk digunakan menangani si kecil saat ini, kan?
Komunikasi lancar
Perhatikan saat konsultasi, apakah pertanyaan-pertanyaan bunda terjawab dengan jelas? Apakah si dokter adalah dokter yang dapat diajak bertukar pikiran dan menghargai pendapat? Komunikasi yang lancar adalah komunikasi dua arah yang efektif dan efisien, termasuk dapat dengan mudah dihubungi melalui telpon, SMS, BBM, e-mail bahkan sosial media seperti Facebook dan twitter!
Anak nyaman
Yang tak kalah penting adalah dokter anak harus bisa membuat si kecil merasa tidak takut saat diajak ke dokter, tersenyum saat bertemu dokter dan memberi respon-respon positif lainnya saat diperiksa. Walaupun si dokter populer tapi si anak selalu menangis tanpa henti saat bertemu dengannya, bunda dan ayah tentu juga tidak merasa nyaman kan?
Sumber:
Ayahbunda

