Aman dan Sehat Berolahraga Saat Hamil

30 July 2017

Saat hamil bukan berarti aktivitas Bunda harus berhenti total, lho. Bunda justru harus rutin berolahraga untuk menyiapkan stamina dan menjaga kebugaran untuk menghadapi proses persalinan yang menguras tenaga. Apalagi olahraga rutin akan membantu Bunda mengatasi berbagai keluhan selama kehamilan, seperti sakit punggung, kaki bengkak, dll. Tapi karena kondisi Bunda yang lebih rentan selama kehamilan, Bunda disarankan untuk berolahraga dengan lebih berhati-hati.

Beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan saat berolahraga selama masa kehamilan di antaranya adalah:

  1. Lakukan olahraga dengan intensitas rendah dan ringan secara rutin dan tingkatkan durasinya secara bertahap. Misalnya, olahraga selama 10-15 menit dua kali sehari sebanyak 3 kali seminggu pada minggu pertama dan kedua. Lalu tingkatkan durasi dan frekuensinya menjadi 30-45 menit sebanyak 3 kali seminggu.
  2. Hindari melompat atau berubah arah secara tiba-tiba saat berolahraga selama masa kehamilan. Hal ini dilakukan untuk menghindari janin terguncang serta menghindari tekanan lebih besar pada sendi Bunda yang menjadi lebih sensitif selama kehamilan. Jenis olahraga yang direkomendasikan selama kehamilan adalah berenang, karena olahraga ini minim benturan pada sendi. Selain itu, gerakan dalam air membuat tubuh Bunda terasa lebih ringan. Berjalan santai juga bisa Bunda lakukan.
  3. Perhatikan konsumsi cairan dan kadar gula darah Bunda saat berolahraga. Minum air sebelum dan sesudah berolahraga. Bunda juga bisa mengonsumsi cemilan ringan yang sehat seperti pisang untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah Bunda.
  4. Hindari olahraga yang mengharuskan Bunda untuk berbaring telentang, terutama setelah umur kehamilan Bunda lebih dari 4 bulan pada masa kehamilan. Hal ini dilakukan untuk mencegah rahim menekan pembuluh darah utama dan mengganggu aliran darah ke janin.
  5. Kenakan pakaian olahraga yang tepat, yaitu sepatu yang menopang tubuh dengan baik untuk memperkecil risiko kram, serta pakaian yang menyerap keringat dan tidak panas.
  6. Hindarilah berolahraga saat cuaca terlalu panas atau lembap. Bila berolahraga dalam ruangan, usahakan agar ruangan sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.

Sebelum mulai berolahraga, sebaiknya Bunda berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan untuk memastikan olahraga yang akan Bunda lakukan aman dan tidak akan membahayakan kandungan Bunda. Namun, jangan mengacuhkan ‘peringatan’ dari tubuh Bunda. Rasa sakit, pusing, atau rasa tidak nyaman dalam bentuk apapun bisa jadi pertanda dari suatu masalah. Bila hal tersebut terjadi, segera periksakan kesehatan kehamilan Bunda.

Sumber:

Buku Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan Modern - Dr. Miriam Stoppard

http://www.askdrsears.com/topics/pregnancy-childbirth/pregnancy-concerns/exercising-two

Go to Top