7 Langkah Hindari Masalah Cacat Lahir

30 July 2017

Bunda yang sedang hamil memang harus menjaga kehamilannya agar tetap sehat, bukan hanya agar kehamilan dan persalinan berjalan lancar, tapi juga agar bayi dalam kandungan terlahir sehat tanpa kurang suatu apapun. Kenyataannya menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 1 dari 33 bayi terlahir dengan cacat lahir.

Memang tidak semua cacat lahir bisa dicegah, tapi langkah-langkah tertentu akan membantu Bunda memperkecil risiko tersebut. Cacat lahir adalah ketidaknormalan pada struktur, fungsi, atau metabolisme tubuh yang terjadi sejak lahir dan umumnya mengakibatkan masalah perkembangan mental ataupun fisik pada anak yang membutuhkan perawatan medis ataupun operasi.

Sampai saat ini, ada lebih dari 4.000 jenis cacat lahir, mulai dari yang minor sampai yang serius. Banyak cacat lahir yang bisa disembuhkan, tapi ada juga yang bisa mengakibatkan kematian.

Langkah-langkah berikut ini membantu Bunda menjaga kehamilan & mengurangi resiko terjadinya cacat lahir pada bayi dalam kandungan Bunda, di antaranya:

  1. Konsumsi suplemen asam folat secara teratur Dokter kandungan Bunda biasanya akan meresepkan asam folat pada Bunda untuk diminum setiap hari. Jaga agar Bunda meminum suplemen itu secara teratur, karena kurangnya asupan folat merupakan penyebab salah satu cacat lahir yang paling umum terjadi, yaitu spina bifida. Konsumsi makanan kaya asam folat seperti alpukat, ayam, dan melon juga penting.
  2. Tidak mengonsumsi alkohol selama kehamilan Fetal Alcohol Syndrome adalah salah satu jenis cacat lahir yang bisa dicegah dengan mudah. Jadi, hentikan total konsumsi alkohol selama Bunda sedang hamil.
  3. Berhenti merokok dan hindari orang merokok Menurut March of Dimes, kalau semua wanita hamil menghindari rokok, baik secara aktif maupun pasif, masalah keguguran akan berkurang sebanyak 5%, masalah berat badan bayi kurang saat lahir akan berkurang sebanyak 20%, masalah kelahiran prematur akan berkurang sebanyak 8%, dan bayi yang meninggal saat dilahirkan akan berkurang sebanyak 11%.
  4. Hindari bahan kimia berbahaya Bunda yang sering memiliki kontak dengan bahan kimia berbahaya, seperti bekerja di pabrik atau studio seni, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker. Usahakan juga berada di ruangan yang berventilasi baik bila harus menggunakan bahan kimia tersebut. Perlu diingat, beberapa bahan pembersih rumah tangga juga termasuk bahan kimia berbahaya, lho. 
  5. Cukupi ragam kebutuhan nutrisi dan jalani pola makan sehat Jangan berfokus pada nutrisi tertentu saja. Bunda yang sedang hamil harus mengonsumsi bahan makanan yang bervariasi untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisinya.
  6. Waspada saat meminum obat Beberapa jenis obat/suplemen yang biasa Bunda minum bisa berbahaya bila dikonsumsi saat kehamilan. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat/suplemen apapun.
  7. Hindari stres Stres akut meningkatkan rsiko cacat lahir, keguguran, dan kelahiran prematur. Jadi, manajemen stres yang baik selama kehamilan juga sangat penting.

Menjaga kehamilan selama 9 bulan memang tidak mudah. Tapi, tentu saja bukan Bunda sendiri yang menghadapi kehamilan ini. Dukungan dari pasangan, keluarga, bahkan sahabat akan membantu Bunda. Lalu, ketika 9 bulan berjalan dengan lancar, ‘hadiah’ berupa bayi yang sehat tentu akan sebanding dengan semua usaha Bunda.

Sumber:

http://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/index.html

http://www.babyzone.com/getting-pregnant/preventing-birth-defects_89000#gallery/relax

http://voices.yahoo.com/10-foods-prevent-birth-defects-2231546.html

Go to Top