5 Tips Menyiapkan Si Kecil Menyambut Adik Barunya

30 July 2017

Jika Bunda saat ini telah memiliki seorang balita dan juga tengah mengandung anak kedua, tentu rasanya mendebarkan sekaligus menyenangkan, bukan? Bunda mungkin memikirkan kembali akan adanya malam-malam yang melelahkan dan kurang tidur karena harus merawat bayi baru lahir . Selain itu, si kakak mungkin akan menjadi sangat rewel karena merasa cemburu melihat Bunda merawat adik barunya. Nah, sebagai persiapan awal, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan agar si kakak siap menyambut adik barunya.

Berikut adalah 5 hal yang bisa dilakukan agar si kecil siap menerima adik barunya dan Bunda pun jadi lebih tenang dan cekatan:

  1. Pada usia kehamilan 20 minggu, Bunda bisa mulai bercerita dengan santai kepada si kecil bahwa ia akan memiliki seorang adik. Tunjukkan album foto keluarga dan ceritakan bahwa kakak juga pernah kecil lalu tumbuh semakin besar. Adiknya pun nanti akan mengalami hal yang sama. Jelaskan bahwa setiap bayi baru lahir tidak berdaya sehingga Bunda harus menjaga dan membantu adiknya yang belum bisa apa-apa. Beri contoh kepada kakak bahwa adik bayi belum bisa makan, mandi, berjalan sendiri, dan sebagainya. Dengan memberikan pengertian tersebut, diharapkan tidak terjadi kecemburuan berlebih pada kakak terhadap adiknya. Bunda juga bisa membacakan buku cerita tentang kelahiran adik baru. Kemudian, izinkan kakak untuk mengusap perut Bunda yang mulai membesar dan minta ia “menyapa” calon adiknya di dalam perut.
  2. Latih si kecil untuk tidur di tempat tidurnya sendiri sehingga saat adiknya lahir, ia sudah lebih mandiri dan Bunda pun tidak terlalu kerepotan. Namun, Bunda tidak perlu terburu-buru dan memaksanya karena justru hal tersebut akan menimbulkan kecemburuan dan pemberontakan. Jika si kakak masih ingin ditemani tidur, temani saja dulu sambil diyakinkan bahwa ia anak yang pemberani.
  3. Disiplinkan toilet training si kecil. Diharapkan ketika adiknya lahir, ia dapat mengurangi kerepotan Bunda. Selagi sang adik belum lahir, Bunda bisa membiasakan si kakak untuk tidak memakai diaper dan membawanya ke kamar kecil setiap beberapa jam sekali untuk buang air. Namun, hindari memarahinya bila si kecil masih buang air sembarangan. Tetap disiplinkan dan berikan pengertian, ya.
  4. Masak dan siapkan beberapa macam frozen food sehingga saat sang adik lahir, Bunda tetap bisa menyiapkan makanan bergizi untuk si kakak dengan praktis. Beberapa resep yang bisa ibu hamil buat dengan mudah misalnya nugget ayam dan wortel, bakso ikan, banana katsu, dan bumbu siap pakai.
  5. Jika kakak sudah berusia 2 tahun, Bunda bisa mulai menyapihnya. Namun jika belum, Bunda bisa mempertimbangkan tandem nursing dengan adiknya. Untuk memutuskannya, Bunda bisa berdiskusi dengan Ayah dan dokter anak. Perhatikan kesiapan si kakak dan Bunda sendiri.

Hal terpenting dari semua persiapan yang Bunda lakukan adalah jangan sampai si kecil merasa bahwa kasih sayang Bunda berkurang karena kelahiran sang adik. Tetaplah berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup padanya sambil memberikan pengertian tentang kebutuhan adik barunya. Selain itu, Bunda juga harus tetap merasa bahagia sebagai ibu hamil dan ibu dari si kecil, ya!

Sumber:

todaysparent.com/family/parenting/preparing-your-first-born-for-a-sibling/
babycentre.co.uk/a563449/how-to-cope-with-a-toddler-and-a-new-baby

diakses pada 15 Desember 2015
Kindly link to:
http://localhost/zwitsalold/bayi/cara-aman-atasi-hidung-tersumbat-pada-bayi-baru-lahir/

Kindly link to:
http://localhost/zwitsalold/kehamilan/inspirasi-cemilan-sehat-ibu-hamil/

Go to Top